
Harga tiket pesewat domestik yang tinggi dan bagasi berbayar membuat industri wisata jadi terdampak.
JawaPos.com - Tingginya harga tiket pesawat dan penerapan bagasi berbayar berpotensi menekan industri pariwisata. Padahal, saat ini pemerintah tengah gencar mempromosikan sepuluh destinasi wisata Bali baru.
Peneliti Indef Bhima Yudhistira menuturkan, selain dampak pada kunjungan wisata, kondisi tersebut berimbas pada usaha menengah, kecil, dan mikro (UMKM) yang mejajakan oleh-oleh serta sektor perhotelan. "Kunjungan wisatawan lokal maupun mancanegara pasti akan turun," kata Bhima dalam sebuah diskusi di Jakarta kemarin (9/2).
Bhima mengatakan, akar permasalahannya terletak pada biaya avtur dan nilai tukar rupiah. Penyaluran bahan bakar pesawat itu tidak efisien sehingga harga di Indonesia jauh lebih mahal dari Singapura dan Malaysia. "Yang bikin mahal, salah satunya karena infrastruktur," ujarnya. Dalam jangka panjang, infrastruktur untuk avtur harus dibangun, khususnya di luar Jawa.
Bhima mengatakan, dalam jangka panjang, tingginya harga tiket akan berdampak pada inflasi. Sepanjang Januari 2019, angkutan udara menyumbang inflasi 0,02 persen. Tahun ini diperkirakan angkutan udara akan masuk 5 besar penyumbang inflasi terbesar setelah pada 2018 berada di posisi 6 dan 2017 di posisi 16.
Mantan KSAU dan pengamat penerbangan Marsekal TNI (pur) Chappy Hakim mengatakan, Dewan Penerbangan dan Antariksa Nasional Republik Indonesia (Depanri) perlu kembali diaktifkan untuk menyelesaikan sengkarut transportasi udara. Di satu sisi konsumen mengeluhkan tarif tiket yang mahal dan penerapan bagasi berbayar, di sisi lain perusahaan penerbangan mengeluhkan mahalnya harga avtur.
Menurut dia, untuk mengelola sektor penerbangan, satu institusi tidak cukup karena dampaknya yang besar. Menurut Chappy, institusi tidak hanya mengurusi dan mengevaluasi harga tiket pesawat serta tarif bagasi. Namun, juga membahas hal lain seperti strategi ekonomi ke depan. "Jika permasalahan penerbangan yang complicated tidak mendapat masukan yang tepat, bisa terjadi kebijakan-kebijakan itu menimbulkan banyak masalah di bawah," terangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
