
ilustrasi kandang ayam. Foto adalah lokasi kandang ayam yang terbakar di Dusun Padangrejo, Desa/ Kecamatan Umbulsari, Jember.
JawaPos.com – Ungkapan surga di telapak kaki ibu tampaknya tak berlaku bagi MM (60) warga Kelurahan Mansapa Kecamatan Nunukan Selatan. Meski sudah menjadi ibu dan nenek, dia justru membiarkan ibu kandungnya SS (80) tidur di bangunan kayu yang menyerupai kandang ayam persis di samping rumah sang anak.
Ukurannya berkisar 3x4 meter. Meski tak dipasung, pintu tempat SS bernaung harus digembok, agar dia tak bisa berkeliaran dan membuat rumah berantakan.
Mendengar kabar tersebut, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Pendudukan dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Nunukan langsung mendatangi lokasi itu pada Rabu (21/3) lalu beserta Camat Nunukan Selatan dan Lurah Mansapa.
Dinas terkait langsung memberikan pengarahan MM agar membongkar tempat ibunya berdiam diri selama ini. MM berjanji akan menempatkan sang ibu yang telah membesarkannya itu di tempat yang layak.
“Sudah kami kunjungi juga. Anaknya sudah dinasihati dan mengikuti saran yang kami berikan,” kata Kepala DP3AP2KB Nunukan Faridah Aryani, dikutip dari Radar Tarakan (Jawa Pos Grup), Rabu (28/3).
Saat menyambangi SS, kondisinya memang sangat memprihatinkan. Meski berada di belakang bangunan rumah sang anak, tetapi tempat itu sungguh tidak layak untuk manusia.
“Kami sangat prihatin dan meminta anak dari orang tua itu membongkarnya. Karena tidak layak untuk ditempati,” ujar Faridah.
Lebih lanjut Faridah menjelaskan, kasus ini memang sudah tersebar seantero Nunukan. Dalam kesempatan ini Faridah menjelaskan bahwa SS tidak dipasung.
“Makanya, nama dan alamatnya kami tidak ingin menyampaikannya. Karena, ini terkait aib keluarga yang bersangkutan. Sebab, seorang anak tak mampu merawat ibunya dengan baik. Apalagi yang bersangkutan telah mengakui perbuatannya dan memperbaikinya,” ujar mantan Camat Nunukan Selatan ini.
Diakui, pihaknya sebenarnya syok atas temuan tersebut. Sebab, kejadiannya di Kecamatan Nunukan Selatan.
Informasi yang diterima, kejadian tersebut juga sudah lama. Sayangnya, tetangga korban tidak ada yang berani melaporkannya.
“Temuan ini karena adanya laporan warga juga. Sebelum ke lokasinya, kami meminta lurah dan camat periksa kebenaran informasinya. Setelah benar, akhirnya didatangi,” bebernya.
Setelah penemuan itu, pemantauan terhadap kondisi SS terus dilakukan. Menurutnya, kejadian ini tak akan terjadi jika warga di sekitar tempat tinggal korban berani melaporkannya ke aparat.
Pasalnya, tindakan yang dilakukan warga Kelurahan Mansapa ini sudah sangat kejam. “Bukan hanya soal kasus orang tua jompo ini saja. Tapi, terhadap kasus kekerasan anak dan perempuan. Harusnya masyarakat sekitar peka dan peduli dengan lingkungannya,” ungkapnya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Nunukan Ari Sugiastuti menambahkan, di zaman sekarang ini masyarakat itu lebih banyak memikirkan soal ekonomi dibanding sosial. Bahkan, hal-hal sepele di dalam keluarga terkadang tak digubris lagi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
