
Kondisi Salwa Nurhafizah saat dirawat di RS Bunda Thamrin, Medan.
JawaPos.com - Salwa Nurhafizah bayi perempuan yang berusia dua bulan, masih harus mendapat perawatan intensif di RS Bunda Thamrin Medan, Senin (12/2).
Dari informasi yang diperoleh, Salwa telah mendapatkan perawatan ekstra sejak Jumat (19/1) lalu. Ia dirawat intensif di ruang NICU (Neonatal Intensive Care Unit) karena, anak kelima dari Nur Aidah dan Irwan itu menderita penyempitan jantung.
Nur Aidah menceritakan, awal mula diketahuinya penyempitan jantung yang trjadi pada anaknya itu berawal ketika bayi perempuan mungil itu mengalami kejang secara tiba-tiba.
Hal itu tiba-tiba terjadi. Padahal, Salawa yang dilahirkan melalui operasi caesar di RS Bhayangkara Tebingtinggi, memiliki berat badan 2,5 kg, lahir layaknya bayi normal lainnya.
"Salwa sedang tidur diatas ayunan, tiba-tiba dia kejang. Saya panik, langsung memanggil tetangga," kata Nur Aidah, Senin (12/2) saat ditemui di RS Bunda Thamrin.
Saat itu, Salwa dilarikanke RSU PT Inalum di Tanjung Gading. Karena alat di RS tersebut tidak memadai, Salwa pun dirujuk ke RSUD dr H Kumpulan Pane Tebing Tinggi. Disana, Salwa tidak ditempatkan di NICU (Neonatal Intensive Care Unit), ruang khusus perawatan bayi yang baru lahir.
Selama satu malam, Salwa menginap di ruangan anak yang berisi sekitar delapan tempat tidur. "Setelah satu hari, kami mau dirujuk. Ada empat rumah sakit pilihannya. Empat jam lebih kami menunggu rujukan kemana. Kami tanya ke rumah sakit, kemana akan diberangkatkan. mereka tidak merespon," kata Nur Aidah sambil menyeka air matanya.
Keluarga Salwa pun bingung. Akhirnya, mereka disarankan untuk membawa Salwa ke RS Bunda Thamrin di Medan. Salwa pun diboyong ke Medan. Sesampainya di RS Bunda Thamrin, Salwa pun langsung ditangani. Dia masuk sebagai pasien umum karena belum memiliki Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
"Disini langsung ditangani, Salwa gak kejang lagi," kata Nur Aidah yang tak mampu menahan kesedihannya.
Nur Aidah memang tak dapat manahan airmatanya apabila dirinya bercerita mengenai anaknya yang mungil itu. Ia pun langsung terisak jika membahas Salwa.
Setelah dirawat di RS Bunda Thamrin, kondisi kesehatan Salwa pun baru diketahui. Dokter memvonisnya mengalami penyempitan jantung. Mendengar hal tersebut, keluarga Salwa pun hanya bisa pasrah. Karena sudah pasti membutuhkan banyak biaya.
Irwan,41, Ayah Salwa mengungkapkan, sebelum mendapat bantuan dari donatur, pengobatan Salwa menggunakan biaya pribadi. Irwan yang hanya bekerja sebagai kontraktor kelas bawah pun harus menjual rumah dan tanah demi kesembuhan anaknya tercinta.
Untuk memperingan biayanya, Irwan pun mencoba mengurus BPJS milik Salwa. Namun, lagi-lagi Irwan mendapatkan cobaan. Mereka harus menunggu selama 14 hari untuk bisa menggunakan BPJS tersebut.
"Saya sempat minta ke Dinas Sosial untuk mengeluarkan rekomendasi agar BPJS-nya segera bisa aktif. Karena kondisi mendesak, tapi mentok," ungkap Irwan.
Irwan pun tetap bersabar, hingga akhirnya BPJS Salwa bisa aktif pada Senin (5/2). Sedangkan biaya Salwa sejak masuk ke Bunda Thamrin tetap dibebankan sebagai pasien umum.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
