Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Februari 2018 | 21.45 WIB

Ditahan 30 Hari, Ayah Alum Drop

Jorge Langone dan teman perempuannya Candela Gutierrez masih ditahan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar. - Image

Jorge Langone dan teman perempuannya Candela Gutierrez masih ditahan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar.

JawaPos.com - Jorge Langone dan teman perempuannya Candela Gutierrez hingga kini masih ditahan di Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar. Keduanya harus menjalani proses hukum karena pelanggaran Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.


Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi Kelas I Makassar Noer Putra Bahagia mengungkapkan, Jorge dan Candela akan menjalani masa penahanan selama 30 hari. Terhitung sejak diserahkan polisi pada Selasa (7/2) lalu. Petugas imigrasi juga masih berkoodrinasi dengan NCB Interpol Indonesia dan kepolisian Argentina untuk menentukan proses hukum lanjutan.


"Jadi kami masih detensikan karena pihak Interpol yang menangkap mereka di Toraja menyerahkan ke imigrasi Makassar atas pelanggaran izin tinggal, dan tidak masuk pada tempat pemeriksaan imigrasi pas masuk ke Indonesia," jelas Putra saat dikonfirmasi di Makassar, Sabtu (10/2).


Ada sedikit yang berbeda dengan kondisi keduanya setelah ditahan. Khususnya ayah Alum, Jorge Langone. Sebelumnya, Jorge diketahui sebagai tipe orang yang periang dan kuat. Namun belakangan, karakter itu perlahan mulai hilang dari Jorge.


"Jadi pas diserahkan ke kami di imigrasi, awalnya kami masih bisa bercakap-cakap santai. Dia juga masih bisa menceritakan perjalanan yang mereka tempuh, saat mereka bersama Alum di sekolahnya. Itu masih dalam keadaan rilex. Masih dalam keadaan santai," ungkap Putra.


Bahkan hingga keduanya menjalani proses pemeriksaan di kantor Imigrasi sepanjang malam, kedunya masih terlihat baik-baik saja. Makan dan minum hingga keduanya berbagi cerita dengan petugas imigrasi.


Namun keesokan harinya tepatnya Rabu (8/10), saat pihak Imigrasi mencoba untuk memanggil keduanya kembali berbagi cerita, Jorge menolak. "Saya melihat mulai saat itu mentalnya menurun. Dia drop. Malah saya ajak dia, karena dia musisi, dia ahli bermain gitar, saya ajak dia untuk menyanyi. Tapi dia bilang kalau lagi tidak mood," ucap Putra.


Kendati begitu, pihak imigrasi mengupayakan untuk kembali memberikan bimbingan mental terhadap Jorge. Seperti mengajaknya bercerita hingga bimbingan mental agar dia kembali membaik.


Di sisi lain, proses hukum terhadap keduanya tentu saja berjalan sesuai dengan aturan. Imigrasi terus berkoordinasi dengan NCB Interpol dan kepolisian Argentina untuk mendeportasi keduanya. Mengingat konteks pelanggaran hukum pidananya berada di wilayah hukum Argentina.

Editor: Sofyan Cahyono
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore