Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 Mei 2018 | 04.41 WIB

Soal Rutan untuk Napiter, Kapolda Jatim: Polres Malang Berpotensi

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin - Image

Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin

JawaPos.com - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin menegaskan, kondisi Jawa Timur tidak pernah siaga 1, pasca serangkaian aksi teror di Sidoarjo dan Surabaya. Dia menegaskan, kondisi wilayahnya saat ini relatif aman.


"Relatif aman, insyaallah pulih kembali," kata Arifin di Mapolres Malang, pasca meresmikan beberapa layanan, Selasa (22/5).


Ketika disinggung mengenai ruang tahanan bagi napiter, Arifin tidak menampik membutuhkan fasilitas. Apalagi, pasca Densus 88 menangkap 31 terduga teroris di Jawa Timur.


Kesulitan untuk mencari ruang tahanan yang aman dengan security system yang tinggi untuk napiter, lanjut Arifin, karena ruang tahanan harus dicek satu persatu. Kemudian, mumpuni untuk menampung hasil tangkapan Densus 88.


"Ini tadi siang Kadensus 88 datang ke tempat saya. Mau nitip tahanan. Setengah mati nyari ruang tahanan. Karena harus cek satu persatu," imbuh dia.


Mengenai standarisasi ruang tahanan bagi napiter, lanjut Arifin, yang menentukan dan berwenang untuk menahan adalah Densus 88. Termasuk menentukan ruang mana yang sesuai.


Sementara itu, tugas Polda Jatim adalah memfasilitasi. Jika dirasa cocok, maka akan dibantu oleh Polda. "Ya mana saja yang cocok. Polda, Brimob atau mungkin Polsek, juga akan bantu," katanya.


Lanjut dia, Polres Malang juga tidak menutup kemungkinan untuk ditempatkan napiter. Pasalnya, saat ini, ruang tahanan Polres Malang sudah memiliki high security system.


"Nggak menutup kemungkinan juga. Sekarang ruang tahanan Polres Malang juga sudah memiliki fasilitas keamanan yang tinggi," tegasnya.


Ruang tahanan baru juga diresmikan oleh Kapolda. Ruangan ini satu lantai, dengan bagian atas digunakan untuk ruangan sistem teknologi dan informatika Polri (Sitipol) serta tahanan dan barang bukti (Tahti).


Sementara itu, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan, ruang tahanan dilengkapi dengan CCTV serta rangka beton yang lebih kuat.


"Misal dikikir nggak akan bisa. Mungkin baru bisa setahun. Kami perketat keamanan, pasca pengalaman buruk tahun lalu, 17 tahanan kabur," tegasnya.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore