
SAMBANG MASJID: Polres Malang Kota mengunjungi Masjid Noor di kawasan Kidul Pasar, Kota Malang untuk mensosialisasikan terkait isu penyerangan oleh orang gila.
JawaPos.com – Maraknya isu terkait penyerangan terhadap ulama oleh orang yang diduga gila cukup meresahkan warga masyarakat. Hal itu pun membuat Polres Malang Kota turun tangan agar masyarakat tidak terpengaruh oleh hal tersebut.
Salah satunya seperti yang dilakukan di Masjid Noor kawasan Kidul Pasar, Kota Malang, Senin (12/3). Usai melakukan salat berjamaah, pihaknya kemudian memberikan sedikit sosialisasi kepada jamaah masjid.
Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri mengatakan, kesempatan tersebut sekaligus sebagai ajang silaturahmi antara pihak kepolisian, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. “Dengan salat berjamaah di masjid, memudahkan kami dari pihak kepolisian untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat,” ujar Asfuri, Senin (12/3).
Apalagi, lanjut dia, pihaknya saat ini juga sedang menggencarkan program Polisi RW dan Polisi Cinta Masjid. Hal tersebut dilakukan untuk melakukan pendekatan pada tokoh agama dan warga setempat agar tidak mudah terprovokasi. “Saya mendatangi polsek-polsek jajaran untuk memberikan sosialisasi langkah antisipasi. Sehingga, Bhabinkamtibmas bisa melakukan pendekatan dan juga terjalin komunikasi yang baik antara kepolisian dengan masyarakat,” kata dia.
Asfuri menuturkan, pihaknya juga meminta anggotanya untuk melakukan patroli keliling secara rutin. “Kalau patroli tidak hanya keliling saja, mereka harus berhenti dan turun untuk melakukan komunikasi. Kemudian, juga disisipi dengan imbauan kamtibmas. Kalau perlu, tinggalkan nomor telepon supaya masyarakat bisa lebih mudah melapor jika terjadi sesuatu,” jelas dia.
Sementara itu, terkait kasus penyerangan terhadap tokoh agama, dirinya mengatakan agar masyarakat tidak terlalu khawatir akan hal tersebut. “Alhamdulilah, di Kota Malang tidak ada,” kata dia.
Terkait isu tersebut, Asfuri mengungkapkan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut kepada orang-orang yang berhasil ditangkap dan diduga orang gila. Contohnya dengan mendatangkan psikiater dan tim medis. “Pemeriksaan medis dan psikiater dilakukan untuk memastikan orang tersebut benar gila atau tidak. Nantinya, orang tersebut akan dikembalikan ke keluarganya atau kami serahkan ke Dinas Sosial,” imbuhnya.
Asfuri menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan langkah antisipasi. Bahkan, beberapa waktu lalu, Polres Malang Kota juga berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Malang melakukan razia orang gila di beberapa titik.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
