
Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto.
JawaPos.com - Beberapa waktu lalu viral di media sosial sepucuk surat yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Surat tersebut merupakan curahan hati anak seorang tahanan bernama Ade Diding di Polres Subang, Jawa Barat yang meninggal karena dianiaya oleh tahanan lain.
Tahanan merupakan PNS Pemda Subang kasus penipuan dan penggelapan. Ade meninggal dunia setelah dibawa ke Rumah Sakit Subang, Rabu (11/7) lalu.
Sepucuk surat tersebut ditulis anaknya yang masih duduk di sekolah dasar kelas 2 dan 6. Di tulis anak tersebut memberi tahu kepada Joowi bahwa ayahnya meninggal karena dianiaya di Polres Subang.
"Pak Jokowi, ayah saya bekerja di Pemda Subang ayah saya PNS tapi ayah saya sekarang sudah meninggal. Saya mendengar waktu bunda nelepon kalau ayah meninggal di rumah sakit karena ayah dipukuli di Polres Subang sampai ayah meninggal," tulis dalam surat tersebut.
Terlepas itu, sebagai anak dirinya ingin keadilan ditegakan. Karena, dalam surat tersebut Ibunya sering pergi ke kantor polisi untuk meminta keadilan terhadap ayahnya yang meninggal di rutan Polres Subang karena dianiaya.
Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto menegaskan bahwa tahanan dipukuli oleh tahanan lain bukan oleh anggota Polri. Sebelumnya tahanan dikabarkan tewas karena dianiaya oleh anggota Polri.
"Itu hoax, jadi Kapolres Subang sudah bertemu dengan istrinya, saya kira di media sosial sudah ada penjelasannya," kata Agung di Mapolda Jabar, Rabu (18/7).
Atas kejadian tersebut pihak kepolisian menyesalkan, karena terjadi di wilayah rutan uang seharusnya tidak pernah terjadi karena dijaga oleh anggota kepolisian. "Jadi yang di Subang saya menyesal dan prihatin (atas penganiayaan tersebut),"
Bahkan Polres Subang telah menetapkan 13 tahanan sebagai tersangka kasus penganiayaan dan satu tahanan tersangka kasus pemerasan. Penganiayaan terhadap Ade diduga terkait pemerasan.
"Tiga anggota yang jaga tahanan dianggap lalai. Karena mereka harusnya menjaga maksimal, mereka sudah diamankan dan di proses di Polda Jabar untuk diperiksa di Propam," ujarnya.
Perihal menahan penjaga rutan karena anggota tidak bertugas dengan baik. Sehingga terjadi penganiayaan hingga memakan korban jiwa di rutan Polres Subang. "Harusnya anggota (penjaga) menjaga tahanan dengan baik, cuma mereka tidak melakukan itu," ungkapnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
