
Pengasuh Pondok Pesantren Mamba
JawaPos.com - Pengasuh Pondok Pesantren Mamba'ul Ma'arif Denanyar Jombang, Abdussalam Shohib mengingatkan kepemimpinan Nahdlatul Ulama (NU) harus kembali kepada prinsip pendirian organisasi. NU tidak boleh dipimpin hanya sebatas untuk kekuasaan.
Oleh karena itu, Gus Salam mengeluarkan kertas posisi penataan kepemimpinan NU. Hal ini untuk menjaga marwah ulama dan menata jam'iyah dengan hikmah.
"Kertas posisi saya buat dari ikhtiar menjaga marwah ulama dan merawat NU agar tetap kokoh, teduh, dan bermartabat di tengah perubahan zaman," kata Gus Salam, Kamis (29/1).
Dia menjelaskan, NU sejak kelahirannya tidak dimaksudkan hanya untuk organisasi administratif semata. NU lahir sebagai jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah, perhimpunan keagamaan dan kemasyarakatan yang bertumpu pada kepemimpinan ulama, baik dalam dimensi keilmuan, moral, maupun sosial kebangsaan.
"Dalam tradisi NU, kepemimpinan tidak dibangun di atas kekuasaan, melainkan di atas ilmu, adab, keteladanan, dan keberkahan. Ulama bukan sekadar pengurus, melainkan penjaga nilai, penuntun umat, dan pemikul amanat sejarah. Karena itu, sejak awal NU menempatkan ulama sebagai poros utama organisasi," jelasnya.
Meski begitu, Gus Salam tak memungkiri NU sudah berkembang pesat. Selain menjadi lebih kompleks, juga menghadapi dinamika sosial, politik, dan kebangsaan yang semakin rumit.
"Dalam kondisi seperti ini, ketulusan saja tidak cukup. Diperlukan sistem kelembagaan yang kuat, agar kewibawaan ulama tetap terjaga dan organisasi tidak terseret pada tarik-menarik kepentingan," imbuhnya.
Eks Wakil Ketua PWNU Jawa Timur ini mengatakan, ada enam prinsip dasar penataan kepemimpinan NU. Yang kepenataan kelembagaan NU harus berpijak pada prinsip-prinsip dasar yang selaras dengan tradisi pesantren dan ruh jam’iyyah. Keenamnya supremasi kepemimpinan ulama, pemisahan tegas antar otoritas, musyawarah mufakat sebagai prinsip mutlak, kepemimpinan kolektif-kolegial, anti-kooptasi dan anti-politik transaksional, serta kesinambungan tradisi dan keterbukaan zaman.
Gus Salam mengatakan, struktur kepemimpinan NU disusun dalam satu garis sistemik. Yakni ahwa, mustasyar, majelis syuriah, dan tanfidziyah.
"Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda, saling menguatkan, dan tidak saling tumpang tindih," ujarnya.
"Inilah ikhtiar menjaga NU tetap tegak, bukan karena kekuasaan, melainkan karena kebijaksanaan," tutupnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
