
Ayah korban BNY, Benny Yusuf Nurdin (tengah) bersama istrinya Jane Riatri Timbonga (kanan) serta penasihat hukumnya Andi Radja (kiri).
JawaPos.com–Pagi itu, Rabu 24 Mei, warga dihebohkan dengan sosok yang tergeletak di lapangan voli Sekolah Menengah Pertama Islam Athira, Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Sejumlah guru, pengelola sekolah, hingga siswa-siswi SMP itu, kaget atas peristiwa tersebut.
Ada siswa mengenakan seragam kaus SMP Athira berwarna hijau, ditemukan tak bergerak. Belakangan diketahui sosok itu bernama BNY, 15, siswa kelas VIII. Atas kejadian itu, pihak sekolah mengabari orang tua korban.
Ayah korban, Benny Yusuf Nurdin, pejabat Kementerian Perhubungan yang ditugaskan sebagai Kepala Pengelola Transportasi Darat di Provinsi Banten. Usai mengetahui putra bungsunya meninggal tragis, yang diduga lompat dari lantai delapan gedung sekolah itu, dia langsung bertolak ke Makassar.
Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Jaury Akademis, tidak jauh dari sekolah, namun takdir berkata lain. Nyawa BNY tidak tertolong. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bayangkara untuk keperluan visum dan penyelidikan polisi.
Benny, yang dijemput dari Bandara Hasanuddin menggunakan mobil patroli Dishub, tak kuasa menahan tangis sesaat tiba di RS Bhayangkara. Beberapa keluarga berusaha menenangkan, tetapi kesedihan mendalam tidak mampu dibendung.
Awalnya, pihak keluarga mengizinkan petugas mengotopsi korban, namun urung dilakukan. Jasad almarhum hanya divisum luar sebagai bahan laporan serta penyelidikan pihak berwajib. Selanjutnya jenazah dibawa pulang ke rumah duka di kompleks Gosyen, Jalan Aroepala, eks Hertasning Baru Makassar untuk disemayamkan lalu dimakamkan.
Benny menyatakan, sampai saat ini, keluarga belum bisa menerima kejadian itu. Meski Polrestabes Makassar telah berusaha memecahkan kasus tersebut hingga menyimpulkan korban diduga bunuh diri, jatuh dari lantai delapan atap sekolah.
Benny mengungkapkan, sempat didatangi aparat Polda Sulsel di kediaman pribadi setelah beberapa hari kejadian, menanyakan perihal kematian anaknya itu yang masih menjadi tanda tanya. Petugas itu membicarakan seputar penyelidikan serta tindak lanjutnya.
”Hanya pemantauan saja karena proses hukum sudah dilakukan Polrestabes. Jadi, kita percaya. Itu tugas mereka secara profesional. Saya juga sudah mengunjungi lokasi anak saya di sekolah itu. Sesuai dengan informasi dan berita, di lantai delapan, roof top (atap), memastikan tas dan sepatu anak saya posisinya di mana setelah kejadian,” tutur Benny seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, ada yang janggal dengan kematian anaknya itu. Sebab, tasnya ditemukan di dalam ember toilet musala. Begitu pula sepatunya berada depan musala sekolah. Bahkan dari rekaman CCTV, korban hanya terpantau saat naik lift ke lantai delapan, tetapi di lantai delapan CCTV tidak berfungsi alias rusak.
”Kalau saya melihat, di lantai delapan itu tidak ada tempat melompat. Di lantai delapan di situ ada tangga ke roof top, tapi kita tidak bisa bilang di situ karena tidak melihat. CCTV juga tidak bisa membuktikan anak saya naik ke atas sehingga kita sama-sama menduga. Kalau saya, secara pribadi, tahu karakter anak saya. Sampai saat ini belum meyakini anak saya bunuh diri,” ucap Benny sembari menangis.
Pihak keluarga juga sempat didatangi pihak sekolah untuk menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf. Dia menanyakan bagaimana keseharian anaknya selama di sekolah. Apakah suka bolos atau tidak, ternyata anaknya baik, tes IQ masuk kategori superior dan masuk Kelas Tozza (pilihan). Akan tetapi, korban tidak mau karena temannya sedikit.
Dia menegaskan, selama ini hubungan dengan anak ketiganya dari tiga bersaudara sangat baik, bahkan sering video call ketika bersama ibunya. Walaupun bertugas di Kementerian Perhubungan di luar wilayah Sulsel, Benny tetap memperhatikan kondisi anak-anak maupun keluarga.
”Tidak ada masalah dengan anak saya. Ini yang saya mau luruskan, tidak ada kerenggangan. Pendapat orang di luar sana tidak benar, hanya sepihak, tidak melihat dari dalam, hanya dari luar. Saya berharap kasus kematian anak saya diungkap secara terang benderang oleh kepolisian,” kata Benny Yusuf Nurdin.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
