
Kerusakan akibat banjir yang membawa material pohon dan lumpur di pemukiman rumah warga di wilayah Lubuk Minturun, Koto Tengah, Kota Padan, Sumbar, pada Kamis (27/11). (BNPB)
JawaPos.com - Polda Sumatera Barat (Sumbar) bekerja keras untuk mengidentifikasi korban banjir dan longsor. Sampai Kamis tengah malam (27/11), Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar mencatat 22 korban meninggal dunia. Selain itu, 10 korban hilang masih dalam pencarian.
Kasubdit Dokpol Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Sumbar Eka Purnama Sari menyampaikan bahwa 20 dari 22 jenazah itu sudah berhasil diidentifikasi. Sementara 2 jenazah lainnya belum teridentifikasi. Namun jenis kelamin kedua korban itu sudah diketahui. Yakni 1 perempuan dan 1 laki-laki.
”Dari 22 jenazah, 20 orang telah berhasil diidentifikasi, terdiri dari 9 perempuan dan 11 laki-laki, 2 jenazah lainnya masih belum teridentifikasi,” ungkap Eka pada Jumat (28/11).
Eka menyampaikan bahwa proses identifikasi dilakukan oleh jajarannya di beberapa posko. Yakni Polresta Padang, Rumah Sakit Bhayangkara Padang, RSUD dr. Rasyidin Padang, dan Posko DVI di Polres Bukittinggi dan Pasaman Barat. Sebanyak 4 jenazah yang teridentifikasi di Polresta Padang sudah diambil oleh pihak keluarga.
Lebih lanjut, Eka menyampaikan bahwa Posko DVI Rumah Sakit Bhayangkara Padang menerima 8 jenazah, 6 diantaranya teridentifikasi melalui sidik jari. Sementara di RSUD dr. Rasyidin Padang, 3 korban teridentifikasi melalui data sekunder dari keluarga.
Eka pun memastikan bahwa Tim DVI Polres Bukittinggi sudah melaporkan ada 8 korban meninggal yang telah teridentifikasi. Namun demikian, di Bukittinggi masih ada 9 orang korban hilang dari Jorong Toboh, Malalak Timur, Kabupaten Agam, dan Palupuah. Satu korban hilang lainnya berasal dari Padang Pariaman atas nama Evi Yulia Susanti.
Bencana banjir dan longsor di Sumbar berdampak luas. Belasan ribu korban terdampak harus mengungsi. Tidak hanya itu, sejumlah infrastruktur vital juga rusak. Akibatnya bencana yang terjadi sejak beberapa hari belakangan, pemerintah daerah setempat menetapkan status tanggap darurat bencana.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
Persebaya Surabaya Cetak Prestasi! Masuk 8 Klub Indonesia Lolos Lisensi AFC Champions League Two Tanpa Syarat
10 Rekomendasi Bubur Ayam Paling Favorit di Surabaya, Terkenal Lezat dan Jadi Langganan Pecinta Kuliner Pagi
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
