Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri saat menemui keluarga Irene Sokoy. (Istimewa)
JawaPos.com - Tragedi pelayanan kesehatan kembali terjadi di Papua. Seorang ibu muda asal Kampung Hobong, Kabupaten Jayapura, Irene Sokoy, meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga ditolak empat rumah sakit di Kota Jayapura.
Tragedi ini memantik kemarahan keluarga dan sorotan publik terhadap buruknya pelayanan kesehatan di Papua.
Irene yang tengah mengalami kondisi darurat persalinan mengalami kontraksi pada Minggu (16/11). Namun alih-alih mendapat penanganan cepat, ia justru berulang kali bolak-balik rumah sakit tanpa hasil hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.
Keluarga membawa Irene dari Kampung Kensio menuju RSUD Yowari pada pukul 03.00 WIT menggunakan speedboat warga. Kondisi Irene semakin kritis, namun hingga tengah malam tak kunjung mendapatkan penanganan karena tidak adanya dokter serta lambatnya pembuatan surat rujukan.
Dari RSUD Yowari, Irene dirujuk ke RS Abepura, lalu ke RS Dian Harapan, kemudian ke RS Bhayangkara, sebelum akhirnya kembali dirujuk ke RSUD Dok II Jayapura.
Sayangnya Irene sudah dalam kondisi kritis saat perjalanan terakhir dan meninggal sebelum tiba di RSUD.
Irene Sokoy dan bayi dalam kandungannya dinyatakan meninggal pada Senin (17/11), sekitar pukul 05.00 WIT.
Keluarga menganggap tragedi ini bukan sekadar duka, tetapi bukti bahwa akses kesehatan di Papua jauh dari kata ideal.
Kepala Kampung Hobong sekaligus mertua almarhumah, Abraham Kabey, mengungkapkan rasa kecewa mendalam atas pelayanan medis yang diterima.
"Apa yang keluarga kami alami adalah hal yang sangat menyakitkan. Kami dari kampung datang minta pertolongan medis, tapi tidak dapat pelayanan yang baik," ujar Abraham Kabey.
Senada, Suami Irene, Neil Kabey, juga menyoroti buruknya pelayanan di RSUD Yowari yang tidak menyediakan dokter saat situasi darurat.
"Kalau saat itu di RSUD Yowari ada dokter, saya yakin istri dan anak saya masih hidup. Kenapa tidak ada dokter pengganti jika memang dokter saat itu tidak ada," kata Neil.
Kasus meninggalnya ibu hamil di Jayapura membuat Gubernur Papua Matius Derek Fakhiri turun tangan langsung. Ia datang ke kediaman keluarga Irene di Kampung Hobong dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
"Saya mohon maaf atas kebodohan jajaran pemerintah dari atas sampai bawah. Ini contoh kebobrokan pelayanan kesehatan di Papua," kata Fakhiri usai menemui keluarga Irene, Sabtu (22/11).
Fakhiri juga mengakui banyak layanan kesehatan tidak berjalan optimal, termasuk fasilitas yang tak terurus.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
