Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Mei 2023 | 04.32 WIB

Polrestabes Makassar Sebut Siswa SMP Athira Diduga Bunuh Diri, Motif Masih Didalami

Lokasi kejadian siswa kelas VIII SMP Islam Athira tewas saat olah TKP. - Image

Lokasi kejadian siswa kelas VIII SMP Islam Athira tewas saat olah TKP.

JawaPos.com–Kapolrestabes Makassar Komisaris Besar Polisi Mokhammad Najib menyebut siswa SMP Islam Athira kelas VIII berinisial BNY, 15, yang jatuh dari lantai delapan sekolahnya pada Rabu (24/5) diduga bunuh diri.

”Terkait proses pembuktian ini, dari keterangan saksi-saksi, dari rekaman CCTV, anak tersebut naik ke lantai delapan. Jadi, kemudian jatuh ke lantai paling bawah,” ujar Kapolrestabes Kombespol Ngajib seperti dilansir dari Antara, Kamis (25/5).

Kapolres mengatakan, dari hasil penyelidikan berdasar dari keterangan saksi-saksi kemudian dari rekaman kamera pengintai atau CCTV di sekolah Athira, ada kesesuaian bahwa korban tersebut pada pukul 09.30 wita naik melalui lift kemudian ke lantai delapan. Selanjutnya, setelah sampai di lantai delapan gedung sekolah, yang bersangkutan naik ke atap lantai delapan menggunakan tangga. Diduga dari situlah yang bersangkutan jatuh ke lantai dasar gedung sekolah setempat.

Usai kejadian, korban tersebut didapati seorang petugas kebersihan sekolah dan menyampaikan ke pihak pengelola sekolah, kemudian dinyatakan meninggal dunia. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Akademis tapi nyawanya sudah tidak ada.

”Patut kita duga dia bunuh diri, karena sampai hasil pemeriksaan hasil olah TKP tidak didapatkan adanya kecurigaan hal-hal yang lain. Tapi, sampai saat ini proses pembuktian menyatakan ada persesuaian bahwa korban ini memang naik sendiri, dan terjatuh dari atas lantai delapan,” ungkap Mokhammad Najib, mantan Kapolres Kota Palembang itu.

Saat ditanyakan apa hasil dari pemeriksaan tim dokter forensik usai korban divisum dan bagian apa saja di tubuh korban yang luka, dia mengatakan, dari pemeriksaan ada beberapa yang luka baik luka karena jatuh, luka karena benturan, dan bukan karena benda tumpul yang lain.

”Untuk motifnya ini masih kita dalami, karena kita sementara mengaitkan antara keterangan saksi satu dengan saksi yang lain. Kemudian juga dengan alat bukti yang lain. Alat bukti, keterangan saksi, rekaman CCTV, dan alat bukti lain, ada tangga yang digunakan naik dari lantai delapan ke atap,” tutur Mokhammad Najib.

Berkaitan dengan pihak keluarga apakah sudah melaporkan resmi kejadian itu, menurut Ngajib, sampai sekarang belum melaporkan namun kepolisian sudah melakukan tindakan segera.

Sebelumnya, seorang siswa SMP Islam Athira kelas VIII berinisial BNY, 15, ditemukan tergeletak tidak bergerak di lapangan voli sekolah setempat pada Rabu (24/5) sekitar pukul 09.40 wita. Kejadian itu sempat menggegerkan lingkungan sekolah.

Pihak pengelola sekolah memanggil polisi agar korban segera dievakuasi lalu dibawa ke RS Akademisi Jaury, namun nyawanya tidak tertolong.

”Benar (ada siswa tewas), diduga korban melompat dari lantai gedung sekolah. Ini masih sementara diselidiki,” ujar Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Makassar AKBP Ridwan Hutagaol.

Polisi masih mencari penyebab dan meminta keterangan sejumlah orang di lokasi saat kejadian tersebut. ”Sudah ada empat orang dimintai keterangan yang saat itu berada di lokasi kejadian,” terang Ridwan.

Ridwan menambahkan, kakak korban meminta penyidik kepolisian melakukan otopsi agar diketahui kejadian yang sebenar-benarnya. ”Kakaknya minta diotopsi, tapi tergantung dari pihak keluarga. Namun setelah dirembukkan, batal diotopsi dan hanya dilakukan visum di RS Bhayangkara. Lalu jenazah dibawa pulang ke rumahnya,” ucap Ridwan Hutagaol.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore