
Sri Susuhunan Pakubuwono XIII, Raja Keraton Surakarta mangkat hari ini, Minggu (2/11/2025) di usia 77 tahun. (M Ihsan/Radar Solo)
JawaPos.com-Konflik internal kembali mengguncang Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Dua putra mendiang Pakubuwono XIII kini sama-sama mengklaim diri sebagai penerus sah takhta dengan gelar SISKS Pakubuwono XIV. Mereka adalah KGPAA Hamangkunegoro atau Gusti Purbaya dan sang kakak, KGPH Hangabehi.
Perebutan takhta ini bermula setelah wafatnya PB XIII. Dari dua garis keturunan berbeda, masing-masing pihak kini memiliki kubu pendukung sendiri yang saling menobatkan raja baru.
Kubu pertama menobatkan Gusti Purbaya, putra bungsu PB XIII. Sementara kubu kedua melalui Lembaga Dewan Adat (LDA) memilih Hangabehi, putra tertua dari istri kedua PB XIII.
Gusti Purbaya dijadwalkan menjalani prosesi Jumenengan Dalem atau penobatan resmi pada Sabtu (15/11) di kompleks Keraton Surakarta.
Ketua panitia GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani menyebut, persiapan sudah mencapai 70 persen. Dia mengklaim bahwa sebelum wafat, PB XIII telah menyepakati Gusti Purbaya sebagai penerus takhta.
Kesepakatan itu bahkan disaksikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Wali Kota Surakarta Respati Ardi.
Namun, dua hari sebelumnya, Kamis (13/11), kubu Lembaga Dewan Adat ternyata lebih dulu menggelar penobatan bagi KGPH Hangabehi di Sasana Handrawina Keraton Surakarta.
Dalam prosesi itu, Hangabehi yang mengenakan busana kebesaran raja melakukan sungkem kepada para sesepuh sebelum dinyatakan sah sebagai Pakubuwono XIV versi LDA. Penobatan disaksikan Maha Menteri KGPA Tedjowulan, GKR Wandansari Koes Moertiyah (Gusti Moeng), serta para abdi dalem dan sentono keraton.
Gusti Moeng menjelaskan, keputusan menobatkan Hangabehi diambil berdasar garis keturunan dan hukum adat Jawa yang mengutamakan anak laki-laki tertua.
“Hangabehi adalah anak pertama Sinuwun PB XIII. Secara adat dialah yang berhak naik takhta,” ujarnya seperti dikutip dari Radar Solo (Jawa Pos Grup), Kamis (13/11).
Pernyataan ini sekaligus menegaskan penolakan terhadap penetapan Gusti Purbaya sebagai putra mahkota. Meski begitu, pihak keluarga besar pendukung Gusti Purbaya tetap bersikeras menggelar Jumenengan Dalem sesuai rencana.
GKR Timoer mengaku prihatin atas pecahnya kembali keraton. Dia menilai, penobatan Hangabehi oleh LDA tidak sah secara adat maupun hukum karena tidak dihadiri mayoritas ahli waris. Dari 23 undangan, hanya sebagian kecil yang hadir dan dua orang bahkan memilih keluar dari forum.
Pertikaian dua darah biru ini mengulang babak kelam suksesi di Keraton Solo, mirip seperti perebutan tahta PB XIII dua dekade lalu. Kini, dua matahari kembali bersinar di langit Surakarta yang menandai babak baru perseteruan dalam dinasti Kasunanan yang belum menemukan titik damai.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
