Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Mei 2018 | 12.50 WIB

Kasihan! Tiga Pencari Karat Besi Mati Keracunan di Dalam Manhole

EVAKUASI. kepolisian beserta Basarnas melakukan upaya evakuasi kepada tiga korban di dalam menhole, Tongkang  Minggu, (15/5) di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kubu Raya - Image

EVAKUASI. kepolisian beserta Basarnas melakukan upaya evakuasi kepada tiga korban di dalam menhole, Tongkang Minggu, (15/5) di Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya Kubu Raya

JawaPos.com - Tiga orang pencari karat besi ditemukan tewas dalam dalam lubang manhole sebuah tongkang di kawasan Desa Kapur, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Minggu (13/5) malam. Korban meninggal diduga lantaran menghirup gas beracun dan kekurangan oksigen.


Tiga korban tersebut bernama Deni, 34, dan Indra, 41, warga Jalan Parit Mayor, Desa Kapur serta Riyanto, 30, warga Jalan Kom Yos Sudarso, Pontianak Barat. Sehari-hari, ketiganya memang mencari karat besi untuk memenuhi kebutuhan hidup.


Informasi yang dihimpun Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), pada Minggu sekitar pukul 21.30 Wib ketiga korban ini mencari karat besi di sebuah tongkang milik PT Sinar Inti Matan yang bersandar di eks PT Ketapang Playwood.


"Karat besi yang mereka kumpulkan mereka jual kepada pengepul dengan harga dua ribu rupiah perkilonya," kata Hamdani, 37, abang dari Deni dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Grup), Selasa (15/5).


Ia menceritakan, sebelum kejadian tersebut, siang hari Deni sempat pulang ke rumahnya. "Saya dan Deni satu rumah," jelasnya.


Malam harinya, Deni kemudian pamitan kepada Hamdani untuk mencari karat besi. Seingat dia, sekira pukul 21.00 Wib.


Hamdani, juga seorang pencari karat besi. Namun, malam itu dia tidak ikut Deni dan memilih mencari di tempat lain.


"Saya tidak ikut dia pergi, saya pergi dengan kawan-kawan cari di tempat lain. Agak malam di dekat rumah sakit itu," cerita Hamdani.


Sebelum kepergian Deni, ia mengaku memiliki firasat yang tidak baik. Makanya ia tak semangat mencari karat besi. Tidak seperti biasanya. "Ndak seperti biasa lah, macam saya seperti biasanya," ucap dia.


Seketika itu, muncullah perasaan khawatir tentang adiknya. Ia pun berusaha mencari keberadaanya. "Saya kemudian mencari Deni dan rekannya di sebuah tongkang tua yang bertambat di bekas perusahaan PT Ketapang Playwood," tuturnya.


Sesampainya di sana, sekira pukul 23.00 Wib, Hamdani melihat ada sampan yang digunakan Deni beserta rekannya bertambat di sekitar tongkang di PT Ketapang Playwood tersebut.


"Saya lalu minta izin dengan sekuriti naik di atas tongkang dan melihat salah satu manhole (lempeng besi penutup got) telah terbuka. Saya menjumpai adik dan rekan-rekannya sudah terkapar tak bernyawa," katanya.


Melihat kondisi seperti itu, Hamdani kemudian menangis dan melaporkan kejadian tersebut pada sekuriti yang menjaga sekitar lokasi. Namun, tidak ada yang berani menolong untuk melakukan evakuasi terhadap para korban.


Hamdani kemudian pulang untuk memberi tahu pihak keluarga atas kejadian ini. "Orang kampung saya setelah diberitahu tidak ada yang berani menolong, karena takut terkena gas beracun," katanya.


Salah satu warga kemudian melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Tak menunggu lama, anggota Polsek Sungai Raya dan Polresta Pontianak mendatangi lokasi.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore