
Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggagalkan penjualan 30 kilogram sisik trenggiling siap jual di Rokan Hilir.
JawaPos.com - Kepolisian Daerah (Polda) Riau menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi sekaligus memberantas kejahatan lingkungan yang terorganisasi. Aparat kepolisian mengamankan seorang kedapatan membawa satu karung berisi sekitar 30 kilogram sisik trenggiling siap jual.
Tim Subdit IV Tipidter Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau mengamankan seorang pria bernama Zulfikar, 49, warga Bagan Hulu, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Barang bukti berisi 30 kilogram sisik trenggiling itu ditemukan pada Senin malam di Jalan Pembangunan, Kelurahan Labuhan Tangga Besar, Kecamatan Bangko, Rohil.
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau, Kombes Pol Ade Kuncoro, menjelaskan penangkapan bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas perdagangan bagian tubuh satwa dilindungi di wilayah tersebut.
“Menindaklanjuti laporan itu, tim melakukan pengintaian dan berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti yang dikemas dalam karung warna putih,” kata Ade, Jumat (31/10).
Dari pemeriksaan awal, lanjut Ade, sisik trenggiling tersebut diduga diperoleh dari dua orang berinisial ML dan MD, yang kini telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
“Modus operandi jaringan ini cukup terstruktur. Pemburu di lapangan menjebak trenggiling di kawasan hutan Rohil, membunuhnya, lalu memisahkan sisiknya untuk dijemur dan dikumpulkan sebelum dijual,” ungkapnya.
Menurut Ade, pihaknya sedang mendalami kemungkinan keterkaitan jaringan ini dengan sindikat lintas provinsi atau bahkan internasional.
“Penyelundupan sisik trenggiling bukan pelanggaran biasa, melainkan kejahatan serius terhadap keanekaragaman hayati. Trenggiling adalah satwa dilindungi yang sudah kritis di ambang kepunahan,” tegasnya.
Ia menambahkan, wilayah pesisir Riau kerap dimanfaatkan sebagai rute penyelundupan karena dekat dengan negara tetangga.
“Kawasan pesisir timur Sumatra rawan dijadikan jalur pengiriman ilegal. Kami memperkuat patroli, pengawasan intelijen, serta kerja sama dengan BKSDA, Bea Cukai, TNI, dan aparat penegak hukum lainnya,” jelasnya.
Selain penegakan hukum, Ade turut mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga satwa langka.
“Kesadaran publik sangat penting. Jangan membeli, menyimpan, atau memperjualbelikan bagian tubuh satwa dilindungi. Laporkan bila menemukan aktivitas mencurigakan,” imbaunya.
Pelaku kini dijerat melanggar pasal Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan ancaman pidana penjara dan denda.
Sementara dua pelaku lain masih dalam pengejaran, penyidik terus menelusuri jalur distribusi serta tujuan akhir dari sisik trenggiling tersebut.
“Pengungkapan ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Riau dalam penegakan hukum terhadap kejahatan yang mengancam keberlanjutan lingkungan,” pungkasnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
