
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan mengenai polemik dana mengendap di Bandung, Rabu (22/10/2025). (ANTARA/Ricky Prayoga)
JawaPos.com-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dan harga jual eceran (HJE) pada 2026 sebagai langkah yang realistis. Dia menilai kebijakan itu berpihak pada kepentingan publik.
Menurut dia, kebijakan tersebut tidak hanya menjaga stabilitas industri hasil tembakau (IHT), tapi juga berpotensi menekan peredaran rokok ilegal yang selama ini marak di pasaran.
“Saya delapan bulan lalu sudah bilang, kalau mau rokok ilegal hilang, caranya cukai rokok jangan dinaikkan,” kata Dedi Mulyadi melalui keterangannya.
Kenaikan tarif cukai kerap memicu pergeseran konsumsi masyarakat ke produk rokok ilegal yang tidak membayar pajak dan tidak terawasi secara kesehatan. Karena itu, menurut Dedi, pendekatan fiskal yang terlalu agresif justru bisa berbalik merugikan negara.
“Apalagi kalau diturunkan, hilang tuh rokok ilegal,” ujar Dedi Mulyadi.
Dedi juga menilai kebijakan menahan tarif cukai tahun depan akan memberikan angin segar bagi para pelaku industri tembakau, termasuk petani di Jawa Barat. Dengan harga yang stabil, rantai produksi hingga distribusi tembakau diyakininya akan lebih terjaga.
“Dengan cukai rokok tidak naik, maka produksinya stabil. Dengan produksi stabil, maka petani tembakau pasarnya terbuka,” ujar mantan Bupati Purwakarta itu.
Meski begitu, dia menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap peredaran rokok ilegal. Hal itu agar kebijakan ini benar-benar efektif.
“Sistemnya nanti harus dibenahi,” tandas Dedi Mulyadi.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa tarif CHT dan HJE tidak akan naik pada 2026. Pemerintah mempertimbangkan dua faktor utama dalam keputusan tersebut, yaitu melemahnya daya beli masyarakat serta meningkatnya peredaran rokok ilegal.
Kebijakan ini juga disambut positif oleh kalangan industri, serikat pekerja, dan petani tembakau.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
