
Gerbang SMAN 1 Cimarga Kabupaten Lebak Banten, sekolah yang viral karena kepala sekolah dipolisikan usai menampar siswa yang ketahuan merokok. (Google Maps)
JawaPos.com - Gubernur Banten Andra Soni sempat menonaktifkan Kepala SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Dini Fitri usai menampar siswanya yang ketahuan merokok di sekolah meski kemudian dikatifkan kembali.
Berbeda dengan Andra yang terkesan membela siswa pelanggar aturan, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi justru berada di sisi guru.
Menurut pria yang kerap disapa KDM itu, selama hukuman yang diberikan tidak berlebihan, seharusnya orang tua tidak perlu marah gara-gara guru memberikan hukuman atas kenakalan anaknya.
"Sesungguhnya ketika kita menitipkan anak kita di sekolah, kita sudah mempercayakan sepenuhnya kepada guru untuk melakukan pendidikan pada anak-anak kita," ungkap KDM dalam video diunggahnya di Instagram.
Ia berpandangan, ketika anak mengadu ke orang tua karena mendapat hukuman dari guru di sekolah akibat kenakalannya, sikap orang tua seharusnya bukan melabrak sang guru.
Tapi justru memberikan hukuman lagi ke anaknya, supaya dia tahu bahwa tindakannya yang nakal merupakan suatu kesalahan dan tidak dapat dibenarkan.
"Karena apa? Kalau kita melakukan pembelaan dan kita menyalahkan gurunya, anak itu akan merasa dia boleh melakukan tindakan apapun. Termasuk tindakan-tindakan yang melanggar karena orang tuanya melindungi," jelas KDM.
Di wilayah provinsi Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengaku menerapkan kebijakan untuk melindungi para guru. Supaya mereka dapat leluasa dalam memberikan pembelajaran dan pendidikan ke anak tanpa ada rasa takut bakal dikriminalisasi.
Kebijakan Pemprov Jawa Barat adalah membuat kesepakatan antara institusi pendidikan dengan para orang tua siswa. Sebelum orang tua menyerahkan anaknya ke sekolah, mereka harus menandatangani surat pernyataan.
"Yang di dalamnya tidak akan mempidanakan guru yang memberikan hukuman pada anaknya, dengan tujuan memberikan pendidikan. Dan ingin menyelesaikan seluruh problem hubungan murid dengan guru di sekolah tanpa membawa ke ranah hukum," ungkapnya.
Menurut Dedi Mulyadi, guru perlu diberikan perlindungan hukum untuk memastikan mereka dapat mendidik anak dengan baik dan maksimal.
Jangan sampai gara-gara guru takut dipermasalahkan oleh orang tua siswa, mereka lantas membiarkan saja kenakalan-kenakalan siswa di lingkungan sekolah.
"Semoga kita semua bisa bersama-sama menjaga iklim pendidikan, mendidik anak-anak kita untuk menyiapkan generasi yang kuat ke depan. Dan semoga guru senantiasa terlindungi dari berbagai bentuk intimidasi dan kriminalisasi," ungkap Dedi Mulyadi.
"Selain itu, siswa juga terlindungi dari berbagai bentuk godaan yang membuat dia keluar dari sistem kehidupan yang semestinya dia jalani sebagai anak remaja. Mendidik anak adalah kewajiban kita bersama. Di sekolah adalah kewajiban guru. Ketika di rumah adalah kewajiban orang tuanya," imbuh KDM.

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
