
Tangkapan layar video viral Lurah di Medan didorong warga hingga tercebur ke selokan. (Istimewa).
JawaPos.com - Video viral di media sosial kembali memantik perbincangan publik. Kali ini datang dari Kota Medan, Sumatera Utara, di mana seorang lurah tercebur ke comberan setelah didorong warga saat menertibkan polisi tidur ilegal.
Peristiwa ini bukan sekadar insiden memalukan, tapi juga menggambarkan peliknya persoalan ketertiban dan kesadaran hukum di lingkungan masyarakat.
Kejadian itu berlangsung di Jalan Madupuro, Kecamatan Medan Timur. Dalam video yang beredar luas, Lurah Perintis, Muhammad Fadli, tampak sedang memimpin pembersihan jalan bersama tim kelurahan.
Namun, suasana mendadak ricuh ketika seorang warga yang menolak pembongkaran polisi tidur buatan dari ban bekas tiba-tiba mendorong Fadli hingga tercebur ke parit penuh air kotor.
Warga sekitar yang menyaksikan tampak kaget. Dalam rekaman yang diunggah pada Selasa (14/10), terlihat Fadli berusaha menahan ban bekas yang dijadikan penghalang jalan, sementara warga tersebut ngotot mempertahankannya.
Adu tarik ban terjadi, hingga akhirnya dorongan kuat membuat sang lurah kehilangan keseimbangan dan jatuh ke comberan.
Tak lama kemudian, Fadli bangkit dengan pakaian dinas yang sudah belepotan lumpur. Emosi sempat memuncak, ia memiting leher warga yang mendorongnya sebelum akhirnya dilerai oleh warga lain.
“Tak terima ban karet dibongkar, warga dorong lurah hingga tercebur,” tulis narasi dalam unggahan video yang kini ditonton ribuan kali di berbagai platform media sosial.
Akibat insiden tersebut, Fadli mengalami pembengkakan di tangan dan sudah menjalani visum di RS Bhayangkara Medan. Namun hingga kini, ia masih mempertimbangkan apakah akan melaporkan pelaku ke Polsek Medan Timur atau tidak.
“Saya hanya sedang menjalankan tugas menertibkan jalan umum,” ujar Fadli singkat.
Kasus ini menyoroti masalah klasik di perkotaan: keberadaan polisi tidur ilegal. Banyak warga membangun penghalang jalan secara mandiri demi memperlambat laju kendaraan di sekitar rumahnya.
Namun tanpa pengawasan dan standar ukuran resmi, polisi tidur buatan warga justru kerap membahayakan pengguna jalan, termasuk pengendara roda dua.
Pro dan kontra di media sosial pun muncul. Banyak yang menilai, penertiban infrastruktur jalan seharusnya dilakukan dengan pendekatan persuasif, bukan sekadar eksekusi lapangan.
Sementara di sisi lain, warga juga perlu memahami bahwa setiap tindakan di ruang publik memiliki aturan yang harus ditaati.
Peristiwa ini mungkin hanya berlangsung beberapa detik di dunia nyata, tapi efek viralnya memicu debat panjang di dunia maya.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
