
Potongan video aksi dua remaja mesum di minimarket Jombang. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
JawaPos.com - Di tengah derasnya arus informasi dan tren media sosial, perilaku remaja semakin mudah terekspos publik. Sayangnya, tidak sedikit yang justru menampilkan sisi kelam dunia pendidikan: mulai dari tawuran, bullying, hingga perilaku amoral yang dipicu pergaulan bebas.
Media sosial pun sering kali memperbesar dampaknya, membuat kasus yang seharusnya bisa dibina secara internal malah menjadi konsumsi luas masyarakat.
Kasus terbaru datang dari Jombang. Sebuah video berdurasi 36 detik menampilkan dua pelajar bermesraan di dalam minimarket kawasan Jalan Kusuma Bangsa.
Rekaman CCTV itu viral di berbagai platform dan memicu keprihatinan banyak pihak, terutama karena keduanya masih mengenakan seragam sekolah lengkap dengan tas ransel.
Sebuah video berdurasi 36 detik yang menampilkan dua pelajar bermesraan di dalam minimarket kawasan Jalan Kusuma Bangsa, Jombang, mendadak viral di media sosial.
Dikutip via Radar Jombang (Grup JawaPos), rekaman dari CCTV itu memicu perbincangan publik lantaran keduanya masih mengenakan seragam sekolah lengkap dengan tas ransel.
Dalam video, terlihat seorang siswa laki-laki memakai seragam olahraga merah dipadu batik, sementara siswi perempuan mengenakan seragam hijau dengan jilbab senada. Tanpa memedulikan lingkungan sekitar, mereka terekam berciuman di area minimarket.
Pihak sekolah tidak tinggal diam. Kepala salah satu SMK swasta di Jombang, berinisial W, membenarkan bahwa siswa laki-laki dalam video tersebut adalah anak didiknya. "Ya, dia siswa kelas 10. Kejadian itu sebenarnya sudah kami ketahui sejak Agustus 2025," ujar W saat dikonfirmasi.
Menurutnya, setelah video itu sampai ke pihak sekolah, langkah cepat langsung diambil. Siswa yang bersangkutan beserta orang tuanya dipanggil. Hasilnya, keluarga memutuskan mengundurkan diri dari sekolah.
"Setelah itu, dia pindah ke Magetan, tinggal bersama neneknya dan melanjutkan sekolah di sana," tambah W.
Adapun siswi yang terekam dalam video diduga berasal dari salah satu SMK negeri di Jombang. Namun hingga kini pihak sekolah terkait belum memberikan konfirmasi resmi.
Kasus ini menyoroti persoalan pembinaan karakter remaja yang tak kalah penting dari aspek akademik. Fenomena penyalahgunaan ruang publik oleh pelajar seharusnya menjadi alarm bagi orang tua, sekolah, dan masyarakat untuk memperketat pengawasan sekaligus memperkuat pendidikan moral di luar kelas.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022