
GKR Mangkubumi dan GKR Bendara, bersama RM Drasthya Wironegoro, mendatangi rumah duka almarhum Rheza Sendy Pratama. (Radar Jogja)
JawaPos.com – Dua putri Sri Sultan Hamengku Buwono X, GKR Mangkubumi dan GKR Bendara, bersama RM Drasthya Wironegoro, mendatangi rumah duka almarhum Rheza Sendy Pratama, mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta yang meninggal dunia saat demonstrasi di Polda DIY.
Kunjungan pada Minggu (31/8) malam itu menjadi bentuk belasungkawa dari pihak Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Keluarga Rheza pun menitipkan pesan yang menohok atas kematian putranya.
Dalam kesempatan tersebut, pihak keluarga menceritakan kronologi yang mereka ketahui mengenai meninggalnya Rheza, sementara perwakilan Keraton lebih banyak mendengarkan dengan khidmat.
GKR Mangkubumi menyampaikan doa dan harapan agar peristiwa memilukan ini tidak terulang kembali.
“Dari Kasultanan mengaturkan bela sungkawa, semoga Mas Rheza dilancarkan dalam perjalanan menuju rumah Tuhan. Harapannya tidak ada lagi korban semacam ini, dan kita semua bisa menjaga DIY serta masyarakatnya,” ucapnya, dikutip dari Radar Jogja, Senin (1-3).
Pihak keluarga juga menitipkan pesan menohok agar kematian Rheza menjadi yang terakhir.
“Dari keluarga juga menyampaikan harapan untuk tidak ada lagi lah korban yang lain,” ungkap GKR Mangkubumi menirukan pesan keluarga.
Meski disinggung soal kemungkinan pidana terkait peristiwa ini, GKR Mangkubumi menyebut hal tersebut sepenuhnya menjadi kewenangan keluarga.
Dari hasil dialog, keluarga menyatakan sudah legowo dan memilih ikhlas. Ia menambahkan bahwa Keraton sejauh ini belum melakukan komunikasi langsung dengan pihak kepolisian.
Selain Keraton, jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman juga telah datang menyampaikan duka cita, termasuk Bupati Sleman Harda Kiswaya, Wakil Bupati Danang Maharsa, hingga Sekda Susmiarto.
Namun, Bupati Harda enggan memberikan komentar lebih jauh karena menghormati suasana duka keluarga.
Sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Amikom Jogjakarta bernama Rheza Sendy Pratama, 20, Program Studi Ilmu Komunikasi angkatan 2023, dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti aksi demonstrasi besar-besaran di Jogjakarta pada Minggu, 31 Agustus 2025.
Forum BEM se-DIJ menyebutkan, Rheza meninggal akibat dikeroyok polisi setelah terjatuh ketika aparat menembakkan gas air mata. Dalam keterangannya, Forum BEM DIJ menuliskan bahwa Rheza saat itu tengah mengendarai motor bersama seorang rekannya. Ketika situasi ricuh, motornya mati saat hendak berbalik arah.
Gas air mata yang ditembakkan membuat Rheza terjatuh, sementara rekannya berhasil menyelamatkan diri. “Namun Rheza yang tergeletak justru dihampiri oleh polisi-polisi hingga nyawanya tak lagi tertolong,” tulis akun @forumbemsediy.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
