Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Mei 2023 | 00.34 WIB

Pedagang Telur di Banjarmasin Berharap Pasokan Lancar Guna Tekan Harga

Pedagang merapihkan telur ayam di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022).  Menjelang hari Natal dan Tahun baru 2023 sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik, menurut pedagang harga telur ayam naik dari Rp. 28.000 menjadi Rp. 31.000 - 35. - Image

Pedagang merapihkan telur ayam di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022). Menjelang hari Natal dan Tahun baru 2023 sejumlah kebutuhan pokok mulai merangkak naik, menurut pedagang harga telur ayam naik dari Rp. 28.000 menjadi Rp. 31.000 - 35.

JawaPos.com–Pedagang telur di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, berharap pasokan dari Pulau Jawa kembali lancar. Hal tersebut guna menekan harga telur yang saat ini merangkak naik.

”Kenaikan diperkirakan karena pemerintah saat ini sedang melakukan aksi borong telur untuk program keluarga harapan (PKH) di wilayah Jawa. Sehingga kita di Kota Banjarmasin cukup kesulitan mendapatkan pasokan dari Jawa,” ujar salah satu pedagang sembako di Pasar Sentral Antasari Banjarmasin Adi N-Talu seperti dilansir dari Antara di Banjarmasin, Rabu (17/5).

Diketahui, harga telur di salah satu pusat perbelanjaan semi modern di Kota Banjarmasin, Pasar Sentral Antasari, terlihat hampir semua jenis telur mengalami kenaikan harga.

Adi menjelaskan, harga telur ayam ras sudah menembus Rp 30.000 per kilogram. Padahal sebelumnya Rp 27.000 per kilogram. Kemudian telur itik dari Rp 2.800 per butir menjadi Rp 3.000.

Selanjutnya untuk telur ayam kampung kini sudah mencapai Rp 2.500 per butir sebelumnya Rp 2.000 per butir. Terakhir untuk telur puyuh dari hanya Rp 400 naik menjadi Rp 500 per butir.

”Sudah dua pekan terakhir komoditas telur kekurangan stok mengakibatkan harga melambung di pasaran,” tutur Adi N-Talu.

Adi memperkirakan kenaikan akan terus berlanjut hingga momen Hari Raya Idul Adha. Saat ini kebutuhan telur sangat tinggi karena banyak acara perkawinan dan hajatan yang digelar masyarakat.

”Ini saja banyak orang yang cari, tapi barangnya tidak ada. Sementara untuk mengandalkan pasokan dari lokal masih tidak cukup karena produksi peternak masih tidak sebanding dengan kebutuhan pasar,” tambah Adi N-Talu.

Sementara itu, pedagang telur lain di Pasar Lama Banjarmasin, Wardi mengakui, harga telur di tempatnya mengalami kenaikan beberapa pekan terakhir. Stok tidak sebanding dengan besarnya permintaan masyarakat, khususnya untuk keperluan acara perkawinan.

”Nanti lebih besar lagi permintaannya, karena sebentar lagi banyak masyarakat di Kalsel yang menggelar hajatan untuk pergi haji. Semoga pasokan telur dari Pulau Jawa bisa lancar kembali, agar harga telur di pasaran bisa turun perlahan sehingga tidak membebani masyarakat,” ujar Wardi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore