
Ilustrasi Demo. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)
JawaPos.com-Aksi demo di Alun-Alun Pati, Jawa Tengah (Jateng), besok (13/8), tidak hanya melibatkan peserta berlatar belakang warga Pati. Berdasar informasi yang diterima Radar Kudus (Grup Jawa Pos) pada Selasa (12/8), sejumlah peserta aksi datang dari luar Pati. Bahkan dari luar Jawa.
Hal itu disampaikan salah seorang inisiator aksi bernama Supriyono atau akrab dipanggil Botok. Dia menyampaikan, warga yang turun ke jalan besok ada yang datang dari Bogor, Jakarta, Semarang. Bahkan jauh-jauh hadir dari Kalimantan. Mereka akan menyampaikan tuntutan kepada Bupati Pati Sudewo.
Dikutip dari Radar Kudus, hari ini (12/8), Posko Donasi aksi damai sudah ramai. Ratusan orang tampak bolak-balik dan mondar-mandir di sekitar posko tersebut. Sejumlah kendaraan juga sudah tampak terparkir di sekitar Alun-Alun Pati. Beberapa diantaranya bertuliskan Jakarta.
”Tak hanya dari Pati. Ada dari Jakarta, Jogjakarta, bahkan luar negeri,” ucap Botok.
Menurut Botok, rombongan mahasiswa yang bergerak dari Semarang juga akan bergabung dalam aksi besok (13/8). Mereka berencana datang pagi hari untuk bergabung dalam aksi damai yang dijadwalkan mulai berjalan pukul 13.00 WIB.
Menurut dia, semua unsur bergabung untuk mengkritik kebijakan Bupati Sudewo. Salah satu kebijakan yang paling disorot adalah kenaikan pajak sebesar 250 persen.
Kebijakan itu sampai viral dan mendapat sorotan hingga diminta dievaluasi. Di luar kebijakan tersebut, kini berkembang isu untuk meminta Bupati Sudewo mundur dari jabatannya.
”Banyak (mahasiswa yang akan ikut demo). Besok pagi datang,” kata salah seorang peserta aksi yang akan turun ke jalan besok.
Sebelumnya, Kabidhumas Polda Jateng Kombes Artanto menyampaikan bahwa instansinya turun tangan membantu Polresta Pati. Dikutip dari pemberitaan Radar Semarang, Artanto mengungkapkan, petugas kepolisian yang mengamankan aksi tersebut akan dilengkapi gas air mata dan water canon.
”Penggunaan gas air mata itu sudah SOP. Itu alat khusus dari kepolisian untuk membubarkan massa secara soft,” kata Artanto.
Menurut Artanto, pengerahan aparat kepolisian yang dilengkapi gas air mata dan water canon menjadi bagian dari langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya kericuhan saat massa menyampaikan tuntutan mereka kepada Bupati Pati Sudewo. Dia memastikan, alat-alat tersebut tidak berbahaya.
”Peralatan itu (gas air mata dan water cannon) tidak terlalu berbahaya bagi masyarakat,” terang Artanto.
Meski sudah memastikan akan mengirim personel untuk perbantuan ke Polresta Pati, Artanto belum bersedia mengungkap jumlah total petugas kepolisian yang dikirim ke sana. Artanto hanya memastikan bahwa jumlahnya cukup besar dan berasal dari beberapa satuan serta polres di sekitar Pati.
”Yang jelas jumlahnya cukup besar, dari berbagai satuan. Mereka juga berasal dari beberapa polres di sekitar Pati seperti Kudus, Jepara, Rembang dan Demak. Polrestabes Semarang dan Polres Semarang juga turut kita libatkan,” jelas Artanto.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
