
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyapa warga di acara Abdi Nagri Ngangjang Ka Warga Edisi 15, Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (12/7/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merasakan langsung pengalaman harus berhadapan dengan banyak truk tambang yang beroperasi di Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat.
Pria yang kerap disapa KDM itu seharusnya tiba di lapangan Parung Panjang sekitar pukul 19.30 WIB untuk mengisi acara.
Namun, dia telat lebih dari satu jam dari jadwal yang seharusnya karena terjebak kemacetan akibat banyaknya truk tambang.
Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi membenarkan bahwa Dedi Mulyadi terjebak dalam kemacetan di Parung Panjang sampai tidak bisa datang tepat waktu untuk bertemu dengan ribuan warga.
"Tadi Pak Gubernur telepon,'Pak Wakil Bupati sambutan dulu ya, karena kondisinya macet total. Tapi saya tergantung Pak Wakil Bupati saya lanjut ke Parung Panjang apa balik saja',' ujar pria yang akrab disapa Jaro Ade menirukan perkataan Dedi Mulyadi di atas panggung.
Truk tambang diketahui tetap beroperasi meski ada agenda kedatangan Dedi Mulyadi ke Parung Panjang. Hal itu sempat mengakibatkan kemacetan di jalan, namun berusaha diurai oleh petugas melalui rekayasa lalu lintas.
Puncak kemacetan terjadi ketika acara hiburan bersama Dedi Mulyadi selesai sekitar pukul 22.30 WIB. Jalanan dari dua arah sempat saling mengunci dan petugas tampak kesulitan untuk mengatasinya. Karena truk tambang berukuran jumbo mengular di jalanan.
Bukan hanya truk dan mobil, kemacetan semakin parah dengan banyaknya motor yang keluar secara bersamaan memadati jalanan di Mohamad Toha Parung Panjang.
Jaro Ade mengungkapkan, dia bersama Bupati Bogor Rudi Susmanto berkomitmen untuk memperbaiki infrastruktur di Parung Panjang. Tidak hanya jalanan yang rusak akibat truk bermuatan besar, tapi juga akan membangun jalur khusus tambang sebagai solusi jangka panjang.
"Mohon maaf Pak Bupati tidak bisa hadir malam ini karena beliau ada rapat untuk pembebasan lahan jalan tambang," kata Jaro Ade.
Lebih lanjut dia mengatakan, ke depannya, investasi di Parung Panjang dan sekitarnya akan diusahakan yang ramah lingkungan mengingat ada banyak permukiman di kawasan tersebut.
"Akan kita arahkan investasi yang ramah. Misalkan kayak pabrik, yang dapat mengakomodir lapangan kerja buat masyarakat setempat," ungkapnya.
Di atas panggung di hadapan ribuan warga Parung Panjang, Dedi Mulyadi mengungkapkan kesedihannya setelah merasakan secara langsung pengalaman berhadapan dengan truk bermuatan besar di Parung Panjang.
Dia mengaku sedih dan sampai menangis tidak tega melihat rakyatnya setiap hari dihadapkan pada debu jalanan yang sangat dahsyat. Hal ini tentu membuat kesehatan masyarakat jadi terganggu.
Dedi Mulyadi mengaku tidak rela rakyatnya di Parung Panjang dan sekitarnya mengalami penyakit gangguan pernapasan akibat truk tambang.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
