Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 Juli 2025 | 20.46 WIB

Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya Diperpanjang Sampai 14 Juli 2025, 18 Korban Masih Hilang

Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang kembali operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya hingga 3 hari ke depan. (Dokumentasi Basarnas Surabaya) - Image

Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang kembali operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya hingga 3 hari ke depan. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)

JawaPos.com - Tim SAR gabungan kembali memperpanjang operasi pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya selama tiga hari, mulai Sabtu (12/7) hingga Senin (14/7).

Ini merupakan perpanjangan kedua. Sebab sebelumnya, operasi SAR telah diperpanjang selama tiga hari (9-11/7) dari standar operasional prosedur (SOP) operasi SAR selama tujuh hari sejak kejadian.

Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno mengatakan keputusan perpanjangan diambil, karena alasan manusia dan masih adanya 18 korban yang belum ditemukan.

"Jadi, operasi SAR (KMP Tunu Pratama Jaya) diperpanjang lagi selama tiga hari ke depan, dan dalam tiga hari juga akan dievaluasi, apakah nantinya akan diperpanjang lagi atau tidak," tutur Eko dalam keterangannya, Sabtu (12/7).

Pada operasi pencarian hari kesepuluh, Jumat (11/7), temuan dua jenazah yang diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Muncar dan Perairan Blimbingsari juga menjadi salah satu pertimbangan Tim SAR gabungan.

“Dua korban kembali ditemukan hari ini, yaitu korban ke-46 dan ke-47. Ini menjadi dasar utama perpanjangan operasi SAR sesuai dengan arahan dari Kepala Basarnas, M. Syafii, dalam rapat koordinasi tanggal 10 Juli 2025,” imbuhnya.

Dengan perpanjangan operasi SAR ini, Eko menekankan pihaknya akan memaksimalkan upaya pencarian di lapangan untuk menemukan korban KMP Tunu Pratama Jaya yang masih hilang.

Kronologi singkat

Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.

Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569. 

Hingga Sabtu pagi (12/7), total korban KMP Tunu Pratama Jaya yang telah dievakuasi sebanyak 47 orang dari 65 korban yang tercantum dalam data manifest kapal saat kejadian.

Lebih rincinya: 30 korban selamat, 17 korban ditemukan dalam kondisi meninggal, dan 18 korban masih dalam pencarian. Dari korban jenazah yang dievakuasi, 3 jenazah masih dalam proses identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. (*)

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore