
Tim SAR gabungan memutuskan untuk memperpanjang kembali operasi pencarian korban KMP Tunu Pratama Jaya hingga 3 hari ke depan. (Dokumentasi Basarnas Surabaya)
JawaPos.com - Tim SAR gabungan kembali memperpanjang operasi pencarian korban Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya selama tiga hari, mulai Sabtu (12/7) hingga Senin (14/7).
Ini merupakan perpanjangan kedua. Sebab sebelumnya, operasi SAR telah diperpanjang selama tiga hari (9-11/7) dari standar operasional prosedur (SOP) operasi SAR selama tujuh hari sejak kejadian.
Deputi Bidang Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Ribut Eko Suyatno mengatakan keputusan perpanjangan diambil, karena alasan manusia dan masih adanya 18 korban yang belum ditemukan.
"Jadi, operasi SAR (KMP Tunu Pratama Jaya) diperpanjang lagi selama tiga hari ke depan, dan dalam tiga hari juga akan dievaluasi, apakah nantinya akan diperpanjang lagi atau tidak," tutur Eko dalam keterangannya, Sabtu (12/7).
Pada operasi pencarian hari kesepuluh, Jumat (11/7), temuan dua jenazah yang diduga korban KMP Tunu Pratama Jaya di Perairan Muncar dan Perairan Blimbingsari juga menjadi salah satu pertimbangan Tim SAR gabungan.
“Dua korban kembali ditemukan hari ini, yaitu korban ke-46 dan ke-47. Ini menjadi dasar utama perpanjangan operasi SAR sesuai dengan arahan dari Kepala Basarnas, M. Syafii, dalam rapat koordinasi tanggal 10 Juli 2025,” imbuhnya.
Dengan perpanjangan operasi SAR ini, Eko menekankan pihaknya akan memaksimalkan upaya pencarian di lapangan untuk menemukan korban KMP Tunu Pratama Jaya yang masih hilang.
Kronologi singkat
Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Selat Bali saat menyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali.
Laporan dari Dermaga LCM Gilimanuk mengungkapkan bahwa KMP Tunu Pratama Jaya sempat mengirim sinyal darurat pada pukul 00.16 WITA. Tak berselang lama, tepat pukul 00.19 WITA, kapal mengalami blackout.
Cuaca ekstrem juga disebut menjadi salah satu penyebab tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Gelombang laut setinggi 2,5 meter di Selat Bali membuat kapal kehilangan stabilitas dan karam di titik koordinat -08°09.371', 114°25, 1569.
Hingga Sabtu pagi (12/7), total korban KMP Tunu Pratama Jaya yang telah dievakuasi sebanyak 47 orang dari 65 korban yang tercantum dalam data manifest kapal saat kejadian.
Lebih rincinya: 30 korban selamat, 17 korban ditemukan dalam kondisi meninggal, dan 18 korban masih dalam pencarian. Dari korban jenazah yang dievakuasi, 3 jenazah masih dalam proses identifikasi tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur. (*)

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
