Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 Juli 2025 | 18.43 WIB

“Air Bertuah” dari Bambu Pethuk Cianjur Ternyata Hanya Karya Seni, Lokasi Langsung Ditutup

Pemerintah menutup lokasi bambu pethuk yang bisa keluarkan air di Kampung Limbangan RT 05 RW 06, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat. (Istimewa) - Image

Pemerintah menutup lokasi bambu pethuk yang bisa keluarkan air di Kampung Limbangan RT 05 RW 06, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat. (Istimewa)

JawaPos.com – Jagat maya dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan air keluar dari batang bambu pethuk di malam 1 Muharram. Lokasinya berada di Kampung Limbangan RT 05 RW 06, Desa Cikaroya, Kecamatan Warungkondang, Cianjur, Jawa Barat.

Banyak warganet dan warga yang percaya bahwa air tersebut bertuah dan mengandung unsur mistis. Namun, fakta di balik fenomena itu akhirnya terungkap.

Tempat yang sempat diyakini sebagai sumber “air bertuah” itu ternyata hanyalah hasil rekayasa seni dari seorang warga. 

Dilansir dari Radar Cianjur (JawaPos Group), pemerintah Kecamatan Warungkondang langsung turun tangan menanggapi isu yang berkembang luas di media sosial. Kasi Trantib Kecamatan Warungkondang Ahmad menegaskan, bahwa lokasi tersebut tidak memiliki unsur mistis apa pun.

“Kemarin saya langsung cek ke lapangan bersama pihak Polsek dan Danramil. Kami mewawancarai pemiliknya, dan dia mengakui bahwa itu hanyalah hasil karya seni. Tidak ada unsur magis atau bertuah,” tegas Ahmad, Rabu (2/7).

Dijelaskan Ahmad, instalasi tersebut menggunakan teknik seni yang membuat aliran air seolah keluar dari bambu pethuk, padahal sumbernya tersembunyi. Karya itu dipasang di pinggir kantor pemasaran sebuah perumahan.

Namun karena kemunculannya bertepatan dengan malam Tahun Baru Islam, masyarakat pun mengaitkan fenomena ini dengan hal gaib. Bahkan, warga dari luar daerah seperti Sukabumi datang khusus untuk mengambil air yang diyakini bertuah tersebut.

"Ini hanya kesalahpahaman publik yang terlanjur percaya karena momennya bersamaan dengan malam tahun baru Islam. Padahal, tidak ada yang bertuah atau mistis dari air itu. Sekarang alat itu sudah dicabut, lokasinya sudah ditutup dan tidak bisa dikunjungi lagi," tambahnya.

Untuk mencegah kesimpangsiuran informasi, pemerintah kecamatan meminta warga agar tidak terprovokasi oleh kabar viral yang menyesatkan, apalagi sampai menyebarkannya lebih jauh di media sosial.

"Kami minta warga tidak lagi terprovokasi dengan kabar viral yang tidak berdasar. Kami tegaskan, itu murni karya seni, bukan fenomena mistik," imbuhnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore