Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menangis saat memeluk salah satu anak yang dipulangkan dari barak militer. (YouTube Humas Jabar).
JawaPos.com - Banyak kritikan yang datang ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias Kang Dedi Mulyadi (KDM) akibat kebijakannya yang kirimkan pelajar bermasalah ke barak militer. Padahal, Sekda Jabar, Herman Suryatman, menegaskan, bahwa program tersebut dibuat tak asal-asalan.
“Jadi kesannya seperti spontan. Saya kira wajar sekali,” jelas Sekda Jabar dalam podcast bersama Helmy Yahya beberapa waktu lalu.
Herman juga menegaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan dengan perencanaan, pengorganisasian, pengambilan keputusan, eksekusi serta evaluasi. Dia mengakui bahwa semuanya dilakukan dengan cepat.
“Di balik layar ini kan tidak usah koar-koar yang penting pengambilan keputusannya efektif,” jelas Sekda Jabar.
Atas hal itu, para siswa SMP, SMA, SMK yang terdampak persoalan sosial akan dikirimkan ke Dodik Bela Negara untuk mengikuti pendidikan karakter selama tiga minggu.
“Orang kan nyangkanya spontan ya, anak-anak tawuran dan sebagainya langsung bawa ke barak militer, saya kira tidak demikian,” jelas Sekda Jabar.
Herman Suryatman menegaskan, pihaknya pun selalu melakukan kaji cepat dengan menyiapkan desainnya, standar kompetensi lulusannya pun diidentifikasi. Termasuk menyiapkan juga standar isi kurikulumnya. Meski pendidikan karakter hanya berjangka waktu 3 minggu, pihaknya menyiapkan desainnya begitu detail.
“Orang kan tidak paham itu ya. kami bangun MoU mulai dengan Pak Kasad, kemudian jajaran Pemda Provinsi Jawa Barat dengan Pak Pangdam, kemudian di-breakdown ke Rindam, dibreakdown lagi ke Dodik Bela Negara, baru operasional. Tapi semua kami lakukan secara cepat,” ungkap Sekda Jabar.
Tak hanya itu, Herman juga menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan tim psikolog klinis untuk mematangkan kebijakan ini.
“Bayangkan program formal saja belum tentu di-backup oleh para ahli, psikolog klinis dari Ikatan Psikolog Klinis Indonesia mulai dari Jakarta sampai yang Jawa Barat,” papar Sekda Jabar.
“Walaupun banyak yang mengusik enggak apa-apa, tapi yang membantu banyak sekali,” tukas Herman Suryatman. (*)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
