
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. (Ricky Prayoga/Antara)
JawaPos.com - Dalam momen hari raya Idul Adha, ketika jutaan umat Islam mengenang pengorbanan agung Nabi Ibrahim AS dan ketundukan total Nabi Ismail AS, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyampaikan sindirannya untuk sesama pejabat negara.
Ia tak hanya menyampaikan pidato biasa, tapi seruan keras yang menantang semua pejabat dan rakyat untuk kembali ke esensi amanah ilahi.
“Hari ini bukan sekadar berkurban kambing atau sapi. Hari ini kita diperintahkan meneladani keberanian Nabi Ibrahim, ketaatan Nabi Ismail, dan integritas Nabi Muhammad SAW. Semua itu harus hidup dalam perilaku dan langkah kita, hari ini, sekarang!”
Seraya mengangkat kisah-kisah terdahulu dan menohok dari sejarah kenabian, Dedi menyulut kesadaran kolektif.
Ia mencontohkan Ali bin Abi Thalib RA, pemimpin agung yang bahkan mematikan lampu saat bicara urusan pribadi karena tak ingin menyalahgunakan sepeser pun dari kas negara.
“Kalau Sayidina Ali saja padamkan lampu karena itu milik negara, lalu mengapa hari ini masih banyak pejabat pakai mobil dinas antar anak sekolah, atau malah buat pacaran dan liburan keluarga?” serunya, membuat para hadirin tercekat.
Tak berhenti di situ, ia menyentil keras praktik manipulatif yang semakin dianggap biasa.
“Kalau Rasulullah SAW sampai membiarkan Siti Fatimah RA menahan lapar demi menyelamatkan tawanan, kenapa kita justru sibuk memoles laporan dinas demi bisa belanja pribadi?” tegasnya.
Dalam suasana haru Idul Adha, Dedi Mulyadi juga meletakkan cermin besar di hadapan publik. Bahwa amanah kekuasaan adalah ibadah, bukan ladang kemewahan.
“Rasulullah sudah mewariskan prinsip emas, pemimpin hidup dari baitulmal hanya untuk rakyat, bukan untuk dirinya,” tegasnya di hadapan warga Cirebon.
Sebagai penutup, Dedi melontarkan janji berani dan metaforis yang disambut sorakan “aamiin” dari masyarakat.
“Di Cirebon, tiga tahun ke depan, tidak akan ada lagi jalan berlubang. Kalau jalan berlubang saja bisa kita hilangkan, apalagi lubang-lubang moral yang masih berjalan dengan mobil dinas!” katanya.
Tak hanya infrastruktur, Gubernur yang dikenal nyentrik namun tegas ini juga mengincar perubahan sosial.
“Insya Allah tak ada lagi anak tawuran, tak ada lagi geng motor yang lempari rumah warga. Kita bangun generasi Ibrahim dan Muhammad, bukan generasi pencitraan," ungkap Dedi Mulyadi.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
