Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 Juni 2025 | 06.18 WIB

Dukung Wamenperin Batalkan Penyeragaman Bungkus Rokok, Bupati Temanggung Sebut Harus Adil Kepada Petani dan Buruh

Ilustrasi penyortiran daun tembakau. (Dok. Jawa Pos) - Image

Ilustrasi penyortiran daun tembakau. (Dok. Jawa Pos)

JawaPos.com - Wakil Menteri Perindustrian Faisol Reza menyatakan akan membatalkan kebijakan penyeregaman bungkus rokok. Langkah ini disambut positif oleh Bupati Temanggung Agus Setyawan. Dia menilai, ini adalah keputusan tepat.

“Regulasi dari luar negeri tidak bisa langsung diterapkan di Indonesia. Kita memiliki kondisi sosial dan ekonomi yang berbeda,” ungkap Agus, Selasa (3/6).

Agus mengatakan, sejumlah regulasi pemerintah pusat berpotensi menekan industri hasil tembakau dan berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta buruh di daerah penghasil tembakau, khususnya Temanggung. Kebijakan yang terlalu ketat beresiko mengganggu keberlangsungan ekonomi.

Selain itu, kenaikan tarif cukai secara berturut-turut, juga dianggap menurunkan penjualan rokok legal, terutama pada pabrikan golongan satu dan dua. Padahal, kelompok pabrikan inilah yang selama ini menyerap sebagian besar tembakau rakyat.

“Kami sepakat bahwa kesehatan penting, tapi kebijakan harus adil. Jika terlalu menekan, maka petani dan buruh yang paling terdampak,” imbuhnya.

Agus menuturkan, kebijakan ini menyebabkan menurunnya perputaran ekonomi di Temanggung dan wilayah sekitarnya secara drastis dalam tiga tahun terakhir, terutama sejak masa pandemi Covid-19. Penurunan daya beli pabrikan membuat hasil panen petani tak terserap maksimal. Di musim panen tembakau, biasanya uang beredar di masyarakat bisa mencapai hingga Rp 1,8 triliun.

Sebagai bentuk dukungan terhadap petani, Pemerintah Kabupaten Temanggung telah menyalurkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk peningkatan kualitas tembakau. Namun, Agus menilai hal ini belum cukup. Ia mendesak pemerintah pusat agar mempertimbangkan subsidi terhadap tanaman unggulan daerah seperti tembakau, kopi, dan cabai.

“Kami berharap ada keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan ekonomi. Indonesia bukan Singapura atau Australia. Industri rokok kita melibatkan banyak pihak, dari hulu ke hilir,” pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore