Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Mei 2026 | 13.38 WIB

Kronologi Satu Keluarga Meninggal saat Camping di Temanggung, Terindikasi Keracunan BBQ

Petugas saat mengevakuasi empat korban dari tenda glamping di objek wisata Posong Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Rabu (27/5). (Radar Magelang/JawaPos.com) - Image

Petugas saat mengevakuasi empat korban dari tenda glamping di objek wisata Posong Desa Tlahab, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Rabu (27/5). (Radar Magelang/JawaPos.com)

JawaPos.com - Misteri kematian satu keluarga asal Ambarawa di kawasan wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung akhirnya mulai terkuak. Ayah, ibu, dan dua anak laki-laki yang tengah berlibur tersebut ditemukan tidak bernyawa di dalam tenda glamping tempat mereka menginap.

Dugaan kuat dari pihak kepolisian menyebutkan bahwa keempat korban tewas akibat mengalami keracunan makanan akut. Peristiwa tragis ini diduga kuat bersumber dari hidangan pesta barbeque (BBQ) yang mereka masak sendiri di area perkemahan pada Selasa malam, 26 Mei 2026.

Hingga kini, pihak berwajib masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk mengidentifikasi jenis bahan makanan atau zat beracun yang dikonsumsi oleh keluarga tersebut saat menikmati panorama alam di lereng Gunung Sindoro dan Sumbing.

Indikasi Kuat Keracunan Pesta Barbeque Mandiri

Pihak kepolisian langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah mendapatkan laporan mengenai penemuan jenazah. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan sejumlah petunjuk krusial yang mengarah pada kontaminasi pada makanan olahan bakar yang dikonsumsi para korban.

Dikutip dari Radar Magelang (JawaPos Group), Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra mengonfirmasi bahwa indikasi awal penyebab kematian tragis ini memang merujuk pada hidangan makan malam yang mereka siapkan secara mandiri sebelum beristirahat di dalam tenda glamping.

"Ya, indikasinya keracunan makanan. Ya, makanan barbeque yang dibawa sendiri oleh korban," ujar I Komang, dikutip Jumat (29/5).

Meski indikasi keracunan makanan ini sangat kuat, pihak kepolisian menegaskan tidak ingin terburu-buru dalam mengambil kesimpulan akhir. Polisi saat ini masih menunggu hasil otopsi resmi dari Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Tengah guna memastikan penyebab biologis dan medis dari kematian para korban.

Kronologi Penemuan Jasad Satu Keluarga di Tenda Glamping

Tragedi ini bermula ketika satu keluarga yang terdiri dari Muhamad Ali Munawar, 52, istrinya Maghfirah, 43, serta dua anak laki-laki mereka, AEH, 16, dan Bagas Amar Hakiki, 21, datang ke objek wisata alam Posong pada Selasa sore untuk menikmati liburan keluarga. Mereka tiba menggunakan mobil Honda Jazz RS GK 5 putih bernomor polisi H 1609 PT sekitar pukul 21.05 WIB, lalu langsung check-in di tenda glamping Safari nomor 3.

Kecurigaan mulai muncul pada Rabu (27/5) pagi, sekitar pukul 09.00 WIB ketika seorang pegawai Anas Mustafirin, 22, mengantarkan sarapan ke tenda korban. Anas sempat menyapa dengan berteriak, "Sarapanya Pak," namun sama sekali tidak mendapatkan respons dari dalam tenda, hingga akhirnya ia hanya meletakkan makanan tersebut di teras glamping.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore