Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Mei 2025 | 03.10 WIB

Cegah Salah Jurusan, Pemprov Jatim Latih Guru BK dengan Metode Talent DNA Berbasis AI

Gubernur Khofifah apresiasi KPU dan Bawaslu Jatim atas lancarnya Pilkada Serentak 2024. (Pemprov Jatim). - Image

Gubernur Khofifah apresiasi KPU dan Bawaslu Jatim atas lancarnya Pilkada Serentak 2024. (Pemprov Jatim).

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan, salah satunya dengan mencegah kesalahan dalam pemilihan jurusan pendidikan oleh siswa. Untuk itu, Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan menggandeng ESQ Corp dalam menerapkan metode Talent DNA berbasis Artificial Intelligence (AI) kepada para guru Bimbingan Konseling (BK).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan bahwa pelatihan bagi guru BK akan dimulai besok (20/5) dan dilaksanakan secara bertahap hingga menjangkau seluruh guru BK SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah Negeri di Jawa Timur. Tujuannya agar guru BK memiliki kemampuan dalam mengarahkan siswa memilih jurusan berdasarkan bakat, minat, dan potensi yang dimiliki.

“Menurut penelitian, sebanyak 87 persen mahasiswa di Indonesia salah jurusan. Ini disebabkan karena keputusan yang terburu-buru, ikut-ikutan teman, tekanan orang tua, atau sekadar tergiur beasiswa, tanpa mempertimbangkan potensi dan minat pribadi,” ujar Khofifah, Senin (19/5).

Data tersebut, kata Khofifah, dikemukakan oleh psikolog pendidikan dari Integrity Development Flexibility (IDF), Irene Guntur, yang menekankan pentingnya pendampingan siswa sejak dini dalam memilih jalur pendidikan yang tepat.

“Kita ingin memastikan anak-anak kita memilih jurusan tidak hanya berdasarkan tren atau tekanan lingkungan, tapi karena mereka paham kekuatan dan potensi dalam dirinya. Dan di sinilah peran guru BK menjadi sangat strategis,” tambahnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Jatim juga telah memulai pelatihan Talent DNA kepada para kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB secara bertahap. Setelah pelatihan untuk sekolah negeri selesai, Pemprov Jatim akan memperluas program ini ke sekolah-sekolah swasta.

Dengan pendekatan berbasis AI ini, Jawa Timur menargetkan tidak hanya mampu mengarahkan siswa secara tepat, tapi juga membangun sistem data talenta pelajar yang terstruktur, yang dapat menjadi referensi bagi kebijakan pendidikan di tingkat nasional.

“Kalau proses ini berjalan baik, Jawa Timur bisa menjadi provinsi dengan data potensi siswa terlengkap dan paling siap dalam menata masa depan generasinya,” ungkap Khofifah.

Sementara itu, pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian, memberikan apresiasi atas langkah progresif Pemprov Jatim. Ia menyebut bahwa langkah Khofifah adalah inovasi besar dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

“Apa yang dilakukan Bu Khofifah adalah contoh nyata bagaimana menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat. Ini bukan hanya untuk dunia kerja, tapi juga sangat relevan di dunia pendidikan agar siswa tidak lagi salah jurusan,” ujar Ary Ginanjar.

Melalui metode Talent DNA, Ary berharap siswa di Jawa Timur dapat menemukan arah karier dan pendidikan yang sesuai sejak dini, sehingga tidak hanya berhasil secara akademik, tapi juga tumbuh sebagai individu yang produktif dan bahagia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore