Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 November 2016, 01.18 WIB

Nelayan Bangsring Manfaatkan Bulu Babi

MENYELAM: Nelayan Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, hendak memanen bulu babi Rabu (23/11) di perairan Pulau Tabuhan. - Image

MENYELAM: Nelayan Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, hendak memanen bulu babi Rabu (23/11) di perairan Pulau Tabuhan.

JawaPos.com – Bulu babi masih menjadi momok menakutkan bagi pengunjung wisata pantai. Hewan laut seperti landak itu ditakuti pengunjung karena bisa menimbulkan rasa yang sangat sakit jika terkena kulit.



Keberadaan bulu babi pun tidak diharapkan wisatawan dan nelayan yang sedang mencari ikan. Banyak warga yang menghindari, bahkan membuang hewan berduri itu agar tidak terkena kulit.



Namun, akhir-akhir ini, nelayan Pantai Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, mulai mengurangi kebiasaan membuang bulu babi. Saat ini nelayan setempat malah mencari bulu babi karena ternyata bermanfaat bagi manusia.



Ketua Kelompok Nelayan Samudera Bakti Ikhwan Arief menyatakan, bulu babi bermanfaat karena dagingnya ternyata bisa diolah menjadi makanan yang sangat enak. Misalnya nugget, crispy, dan masakan lain sesuai selera.



Bahkan, daging bulu babi konon bisa dimakan mentah. ”Kalau dimakan mentah harus dikasih jeruk nipis. Daging bulu babi kalau di Jepang menjadi isi wajib makanan sushi dan sashimi,” kata Ikhwan.



Dia menambahkan, nelayan Pantai Bangsring saat ini memang sedang gencar-gencarnya melakukan pemanfaatan bulu babi. Sebab, bulu babi di Pantai Bangsring dan Pulau Tabuhan sangat banyak.



Selain itu, pemanfaatan tersebut perlu dilakukan agar bulu babi di laut tidak terbuang percuma karena dianggap sangat mengganggu.



”Bulu babi memang mengganggu pengunjung karena bulunya sangat beracun dan bahaya kalau terkena kaki manusia,” ujarnya.



Namun, minimnya pengepul di Banyuwangi menjadi kendala pemasaran daging bulu babi. Selama ini daging bulu babi masih sebatas dikonsumsi sendiri dan dijual secara eceran jika ada orang yang mencari.



Pihaknya berharap ke depan ada eksporter daging bulu babi mampir ke Desa Bangsring.



”Kalau dijual eceran di Indonesia per kilogram Rp 100 ribu, tapi di Jepang bisa mencapai USD 1.000 per kilogram. Di Pulau Tabuhan sangat banyak bulu babi karena kondisi air dan arusnya sangat cocok untuk pertumbuhan bulu babi,” tutupnya. (tfs/c1/aif/c5/diq/sep/JPG)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore