
GEBYAR SURO: Pawai budaya dan arak-arakan sengkala di Gunung Kawi.
JawaPos.com - Kekentalan budaya dan aneka ritual di Gunung Kawi sudah tersohor ke penjuru negeri. Salah satu yang menarik wisawatan adalah tradisi Gebyar Suro.
Pesarean Gunung Kawi, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), jauh lebih ramai dibandingkan hari biasanya. Aneka rupa manusia tumplek blek di tempat yang penuh dengan nuansa budaya itu.
Mulai tua, muda, besar, kecil, laki-laki perempuan dan beragam latar belakang hadir di pesarean Gunung Kawi. Mereka memadati jalanan kampung yang sempit.
Menggunakan payung dan bermacam penutup kepala lainnya, ribuan orang melindungi kepalanya dari teriknya sinar matahari awal Muharram. Ada yang berkumpul di lapangan atau terminal desa. Ada pula yang berkumpul di Pesarean Gunung Kawi. Tujuan mereka hanya satu, menyaksikan pawai sengkala peringatan 1 Muharram atau Suro.
Aneka rupa ogoh-ogoh ditampilkan. Ada yang berbentuk Garuda, buto, Calonarang dan Dewi Kilisuci. Setiap tandu atau jolen untuk memanggul sengkala juga terdapat tumpeng lengkap. Di barisan depan, ada deretan kelompok berbusana menarik dengan warna menyala.
Setiap kelompok berasal dari RW di kecamatan itu. Pengiringnya juga warga yang berpenampilan menarik. Ada yang berpenampilan ala Putri Bali, adat Jawa dan menampilkan kesenian Banjari.
Acara semakin meriah ketika kesenian reog Ponorogo serta penampilan drum band dari siswa sekolah turut tampil. Even itu dinamakan Gebyar Suro Pesarean Jawa. Sekitar 3.000 orang menjadi peserta dalam kegiatan itu. Bukan hanya dari Wonosari, namun ada juga yang dari Kepanjen.
Rombongan akan memandu jolen dan ogoh-ogoh keliling kampung menuju puncak pesarean Gunung Kawi. Kemudian ada tradisi rebutan tumpeng beserta isinya. Tradisi rebutan tumpeng menjadi salah satu yang dinanti pengunjung. Mereka percaya dengan memakan tumpeng yang sebelumnya sudah didoakan, akan membawa keberkahan selama satu tahun.
"Tumpengnya kan sudah diberi doa dan itu sebagai bentuk rasa syukur. Jadi saya percaya, memberikan berkah. Tentu dengan izin Allah," kata salah satu wisawatan dari Kota Malang, Slamet, 55.
Meski menjadi prosesi yang cukup menarik, namun puncak kemeriahan Gebyar Suro Pesarean Jawa bukan di rebutan tumpeng. Justru ada pada pembakaran sengkala. Kegiatan itu dilakukan di Stadion Gunung Kawi.
Bakar sengkala dimaknai sebagai penghapusan nafsu angkara murka dan segala sifat buruk dalam diri. Harapannya tinggal sifat baik yang juga membawa menuju kehidupan lebih bermanfaat.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Gebyar Suro tahun ini ada tambahan pertunjukan tari. Yaitu, tari Gumrigahing Gunung Kawi. Pertunjukan melibatkan 95 penari. Mereka dari siswa SMPN 1 Wonosari, SMPN 4 Kepanjen, dan SMK Kepanjen.
"Tarian ini pernah memenangkan lomba tari kreasi tingkat Kabupaten Malang," kata Camat Wonosari Ahmad Muhwassi Arif kepada JawaPos.com di lapangan Wonosari, Selasa (11/9).
Ritual 1 Suro digelar sejak Senin (10/9) malam. Diawali dengan pagelaran wayang di Padepokan Eyang Djugo. Pagelaran wayang sekaligus menunggu kedatangan peserta napak tilas Eyang Djugo dari Kesamben, Blitar.
Jumlahnya tidak main-main, mencapai 1.200 orang. Mereka berjalan kaki menyusuri petilasan Eyang Djugo dan datang di pesarean pada tengah malam.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
