
Balon udara diterbangkan warga saat Lebaran hampir memakan korban. (Platform X).
JawaPos.com - Beberapa daerah merayakan Lebaran Idul Fitri dengan cara yang berbeda-beda. Sudah jadi semacam tradisi yang khas di satu wilayah, ada yang merayakan Lebaran dengan petasan, atraksi khusus bahkan dengan menerbangkan balon udara.
Tradisi menerbangkan balon udara sendiri banyak dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia. Biasanya, menerbangkan balon udara dilakukan usai melakukan kegiatan silaturahmi dan bermaaf-maafan dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Balon udara yang diterbangkan juga bukan seperti yang ada di banyak negara Eropa. Jangan bayangkan demikian, melainkan balon udara tradisional yang dibuat dari plastik atau kertas.
Ukurannya juga beragam. Ada yang kecil hingga yang besar. Dan karena sudah jadi semacam tradisi, menerbangkan balon udara juga menjadi agenda wisata rutin seperti yang ada di Wonosobo.
Namun tak sedikit tradisi menerbangkan balon udara ini justru melanggar hukum karena dibuat dan diterbangkan di area terlarang dan tak berizin. Sudah sering kali juga kucing-kucingan dengan aparat baik perangkat desa ataupun kepolisian.
Alasannya ya karena berbahaya. Dan sudah sering terbukti demikian, balon udara tradisional yang dibuat dan diterbangkan secara asal menyebabkan bahaya bagi lingkungan sekitar mereka.
Seperti yang kejadian lagi di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar, Jawa Timur. Sebuah balon udara yang diterbangkan oleh sekelompok warga hampir saja memakan korban.
Warga dibuat panik di hari pertama Lebaran. Pasalnya, sebuah balon udara yang membawa petasan tiba-tiba jatuh di salah satu rumah warga, Senin (31/3) sekitar pukul 07.47 WIB.
Beruntung, insiden ini tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, kejadian tersebut sempat membuat kepanikan lantaran suara ledakan dari petasan yang dibawa balon udara tersebut.
Warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah untuk melihat kejadian tersebut. Viral juga di media sosial, balon udara yang meledak dan terbakar itu hampir menyebabkan kebakaran rumah warga.
"Kalo udah gini yang punya rumah mesti minta ganti rugi ke siapa," tanya netizen di X dengan akun @ceritahidpku menanggapi video viral balon udara meledak dan jatuh ke rumah warga.
Netizen lainnya juga menyayangkan demikian. Hari Raya Idul Fitri yang seharusnya khidmat dan sakral, malah jadi melahirkan tradisi yang sama sekali tidak membawa manfaat.
"Nyenengke.. polah² tak berakal meyusahkan," komentar pengguna X dengan akun @galihbogi.
Seperti sudah disinggung di atas, tradisi menerbangkan balon udara memang banyak terjadi saat perayaan Lebaran. Yang resmi dan berizin menjadi agenda festival tahunan.
Sementara yang ilegal karena diterbangkan, biasanya akan dirazia. Alasannya karena keamanan dan berpotensi membahayakan lalu lintas penerbangan di sekitar area balon udara itu terbang.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
