Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 05.29 WIB

Keroyok Jukir di Bandung Hingga Tewas, Puluhan Anggota Geng Brigez Dibekuk

 

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono bersama tersangka DK saat memimpin penggeledahan sekretariat kelompok brigez terkait tewasnya jukir minimarket di Kecamatan Cimaung. (Istimewa).

JawaPos.com - Kasus pengeroyokan tragis RS, 24, seorang juru parkir (jukir) minimarket di Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, terus di proses. Kini, sebanyak 21 orang telah ditangkap, termasuk lima pelaku utama. 
 
Dilansir dari Jabar Ekspres (JawaPos Group), kepolisian kembali mengamankan 10 orang anggota Brigez di Garut yang diduga kuat terlibat dalam pengeroyokan sadis ini. Sebelumnya, satu pelaku berinisial DK telah ditetapkan sebagai tersangka.
 
“Tadi malam tim mengamankan 10 orang di Garut dari hasil pendalaman sementara, diamankan beberapa pelaku dan 5 pelaku utama yang saat kejadian ikut melakukan bersama-sama kekerasan sehingga korban meninggal dunia,” ujar Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono dikutip JawaPos.com, Rabu (19/3).
 
Tak hanya itu, beberapa orang lain juga turut diamankan karena diduga berupaya menghalangi penyidikan dengan membantu para pelaku melarikan diri.
 
“Karena beberapa hasil pemeriksaan sementara ini ikut memfasilitasi para pelaku melarikan diri. Jadi saat ini Polresta Bandung sedang mendalami perkara ini,” jelasnya.
 
Dengan penetapan tersangka baru ini, total sebanyak 21 orang telah diamankan. Namun, sebagian dari mereka hanya sebagai saksi.
 
 
“Tapi yang di Garut ini ada beberapa orang pentolan atau pelaku yang ikut langsung menganiaya kalau kita melihat di CCTV atau video yang beredar ini orang-orang yang ikut memukul korban sehingga meninggal dunia,” ungkapnya.
 
Aldi mengatakan, insiden berdarah ini diduga bermula hanya karena ketersinggungan antara korban dan para pelaku. Diduga korban mengejek pelaku yang tengah melintas. 
 
“Hanya ketersinggungan para pelaku ini pada korban yang meninggal dunia, terjadi semacam ejekan. Jadi akhirnya para pelaku mengejar korban hingga menganiaya dan korban meninggal dunia,” terangnya.
 
Meski begitu, kepolisian masih mendalami apakah korban dan pelaku saling mengenal sebelum insiden terjadi. Sebab, insiden terjadi saat para pelaku tengah mengendarai motor dan disaat yang sama korban tengah melintas. 
 
Sebelum pengeroyokan, para tersangka diketahui baru saja membagikan takjil. Namun, beberapa di antara mereka diduga membawa senjata tajam saat insiden terjadi. 
 
“Nah ini, jadi prosesi hukum atau fakta-fakta masih kita bangun, tentunya berdasarkan keterangan dari saksi-saksi yang akan kita kumpulkan sehingga perkara ini jadi terang dan jelas,” ungkap Aldi.
 
Saat ini, Polresta Bandung terus menggali lebih dalam untuk mengungkap seluruh fakta dan memastikan para pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
 
Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore