
HILANG: Keluarga korban TKW yang hilang di Malaysia menunjukkan foto Ribut. (Riyan Fadli Jawa Pos Metro Pekalongan)
JawaPos.com - Suami yang tak bertanggung jawab memaksa Ribut Uripah mengambil keputusan besar: meninggalkan desanya di Batang, Jawa Tengah, untuk merantau ke Malaysia. Usianya baru 24 tahun ketika itu dan harus meninggalkan putrinya yang baru berumur 4 tahun untuk dititipkan ke saudara.
Setibanya di Malaysia, hanya sekali dia mengirim surat dan uang. Sesudahnya tak ada kabar sama sekali sampai 19 tahun berselang.
Saat putrinya, Istianah, sudah nyaris seumurannya ketika merantau dan keluarganya telah hilang harapan, Ribut bisa bertemu kembali dengan keluarganya. Meski baru lewat panggilan video.
”Tadi pagi (kemarin pagi) sudah dilakukan video call antara pihak keluarga di Candirejo, pemerintahan desa, dan keluarga yang ada di Malaysia. Kemudian nyambung dengan Pak Yoyok (Riyo Sudibyo, mantan Bupati Batang, Red),” ucap Suratno, camat Bawang, Batang, seperti dikutip Jawa Pos Metro Pekalongan.
Dalam video berdurasi 2 menit 18 detik itu, perempuan yang sekarang bernama Sakinah Anggraeni tersebut mengaku dari Desa Candirejo, Bawang, Batang. Tampak dalam video yang sama terlihat gubuk reyot penuh tumpukan kayu tempat tinggalnya selama ini di sebuah hutan di Malaysia.
Terpisah, Kades Candirejo Akhmad Musafak membenarkah bahwa Sakinah Angraeni yang bernama asli Ribut Uripah itu warga Desa Candirejo, RT 05 RW 06. Saat Ribut pergi memantau, pihak desa ketika itu hanya memberikan surat pengantar atau izin dari keluarga. Diduga, dia masuk negeri jiran secara ilegal.
Kepada Jawa Pos Metro Pekalongan yang menemuinya di kediamannya di Candirejo, kemarin (9/3), Tamat, 70, kakak Ribut; dan istrinya, Misni, 60, mengaku bahagia adiknya bisa ditemukan. Mereka empat bersaudara dan Ribut yang bungsu.
”Sekarang sama-sama sudah tua, nangis bareng kita (saat video call),” ujarnya dalam bahasa Jawa dengan mata berkaca-kaca.
Kepada keluarga, lanjut Tamat, Ribut mengatakan, ada orang yang mengajak ke Malaysia. ”Yang ngajak tetangga dulu, dia mau, anaknya masih kecil dan dirawat kakaknya,” timpal Misni.
Saat ini sang anak sudah 23 tahun dan sedang menjalani kuliah.
Tamat berharap pemerintah membantu kepulangan Ribut. ”Mudah-mudahan Lebaran bisa pulang dan kumpul bareng keluarga,” harapnya. (yan/ttg)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
