Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 20 Desember 2024 | 13.06 WIB

Insiden Keributan di Sembulang Hulu, Makmur Elok Graha Desak Pemerintah Jamin Keamanan

Polresta Barelang memfasilitasi dialog antara tokoh masyarakat Rempang dan PT MEG cegah kericuhan lanjutan. (Kapolresta Barelang/Antara) - Image

Polresta Barelang memfasilitasi dialog antara tokoh masyarakat Rempang dan PT MEG cegah kericuhan lanjutan. (Kapolresta Barelang/Antara)

JawaPos.com–Salah satu anggota Makmur Elok Graha (MEG) menjadi korban kericuhan sekelompok oknum. Kejadian itu menjadi sorotan serius terkait minimnya jaminan keamanan di wilayah tersebut.

Peristiwa bermula saat lima anggota MEG melakukan patroli rutin di area tersebut. Mereka dihadang sekelompok orang dan situasi menjadi kacau. Aparat Polri dan TNI kesulitan menangani situasi tersebut. Seorang korban dievakuasi beberapa waktu kemudian dan langsung dilarikan ke RS Bunda Halimah untuk mendapatkan perawatan intensif.

Angga, salah satu anggota lapangan MEG, mengungkapkan rasa prihatin. ”Kami sangat terguncang dengan kejadian ini. Rekan kami menjadi korban kekerasan hingga tak sadarkan diri,” ujar dia.

Insiden ini menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap keselamatan para pekerja dan pihak terkait yang beraktivitas di Rempang. MEG dengan tegas meminta pemerintah dan aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas dalam menjamin keamanan di wilayah tersebut.

”Tindakan kekerasan dan penyekapan ini adalah pelanggaran berat terhadap hukum. Tidak ada tempat untuk perilaku seperti ini di negara hukum. Kami mendesak pemerintah untuk segera mengusut tuntas kasus ini,” ujar Rio Sibarani, perwakilan tim hukum MEG.

MEG menekankan pentingnya peningkatan koordinasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pemangku kepentingan, di Rempang. Hal itu guna mencegah kejadian serupa di masa depan.

”Keamanan dan kenyamanan semua pihak harus menjadi prioritas utama agar kegiatan di wilayah ini dapat berjalan tanpa hambatan,” tambah Rio.

Sementara itu, Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang mengusut kasus kericuhan di Kampung Sembulang Hulu, Pulau Rempang, guna menelusuri pihak-pihak yang melakukan tindak pidana sehingga memicu kericuhan yang melukai sejumlah warga dan pekerja PT MEG.

Kapolresta Barelang Kombespol Heribertus Ompusunggu mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan dari masyarakat dan PT MEG terkait kericuhan yang terjadi pada Selasa (17/12) malam.

Polresta Barelang melakukan penyelidikan secara detail untuk kedua belah pihak. Kedua belah pihak sudah membuat laporan, dan Kasatreskrim sudah memanggil beberapa orang dari kedua pihak yang terlibat, baik dari PT MEG maupun dari masyarakat sendiri,” kata Ompusunggu seperti dilansir dari Antara.

Dia menyebut ada dua laporan yang berasal dari masyarakat, sedangkan dari PT MEG satu laporan. Saat ini, penyidik Polresta Barelang masih melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait. Namun belum semua yang dimintai keterangan karena masih ada beberapa yang dirawat di rumah sakit.

”Kami cek ke TKP yang viral videonya di masyarakat. Kami akan terus menindaklanjuti supaya terang awal kejadian sampai bentrokan terjadi sehingga adanya korban,” tandas Ompusunggu.

”Kami berharap semoga masyarakat juga membantu yang dari Rempang dan PT MEG juga bantu. Kami konfirmasi dulu supaya dapat bahan keterangan lengkap, supaya bisa kami putuskan sehingga nanti tidak jadi simpang siur dan tidak salah untuk penindakan,” tutur Ompusunggu.

Dalam bentrokan yang terjadi antara masyarakat Sembulang Hulu dan pekerja PT MEG, terdapat enam warga yang menjadi korban, dua orang sudah diperiksa, sisa empat orang lainnya masih dirawat di rumah sakit. Polisi berupaya mencegah provakor di tengah masyarakat dengan cara mengumpulkan para tokoh masyarakat Rempang untuk meminta dukungan.

”Jadi saya sebagai Kapolresta dan Pak Dandim 0316/Batam Letkol Rooy Chandra, untuk keamanan Rempang sudah kumpulkan para tokoh masyarakat. Ada lima atau tujuh orang, mereka siap sampaikan ke masyarakat di sana supaya tidak membuat kasi tandingan, begitu juga dari PT MEG sepakat sama-sama tidak melakukan aksi lanjutan,” kata Ompusunggu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore