
Kejari Kota Batama memberikan penyuluhan hukum terkait dana BOS kapada kepala sekolah se-Kota Batam. (Laily Rahmawaty/Antara)
JawaPos.com–Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batam, Kepulauan Riau, dorong para kepala sekolah tidak ragu-ragu menggunakan atau mengelola dana bantuan operasional sekolah (BOS). Itu dilakukan sesuai aturan untuk pelayanan pendidikan.
”Kami ingin memberikan penguatan tidak usah ada rasa khawatir lagi, kalau kami pelajari trennya, yang melapor itu hanya satu orangnya, itu-itu saja, indikasinya sudah kami tetapkan,” kata Kepala Kejari Batam I Ketut Kasna Dedi seperti dilansir dari Antara di Kota Batam.
Sepanjang 2024, kejari menerima lima laporan terkait dugaan penyelewengan dana BOS. Lima laporan tersebut, empat laporan tingkat SMA dan satu laporan tingkat SMP. Berdasar laporan tersebut dilakukan penyelidikan. Setelah dilakukan konsultasi, tidak ada laporan yang naik ke tahap penyidikan karena sudah ada pengembalian dan perbaikan laporan.
”Laporan dana BOS yang naik sampai penyidikan tidak ada, tetapi ada laporan kurang lebih lima tetapi itu semua penyelidikan dihentikan,” ujar I Ketut Kasna Dedi.
Laporan tersebut, kata dia, terkait adanya selisih anggaran dana BOS senilai Rp 20 juta. Namun sudah dikembalikan pihak sekolah, kemudian ada selisih senilai Rp 17 juta setelah ditelusuri ada dokumen yang tidak ter-input dengan baik, namun sudah diselesaikan melalui Inspektorat.
”Hasil penyelidikan, tidak ada niat, tapi ada selisih yang selama ini jadi kendala. Namun demikian, mereka (kepala sekolah) ada kesanggupan memperbaiki dan mengembalikan sehingga perkara tidak dilanjutkan,” tutur Kasna.
Dia mengatakan, selama kepala sekolah mengelola dana BOS sesuai aturan yang ditetapkan dan menaati semua mekanisme serta sistem yang sudah dibangun tak aka nada masalah.
”Kalau semua ini dipenuhi tidak ada penyimpangan-penyimpangan,” tandas I Ketut Kasna Dedi.
Namun, kata dia, celah dalam tindak pidana korupsi bisa saja terjadi, mana kala ada niat dan kesempatan. Sehingga ditekankan agar jangan sampai ada niat dan akhirnya tidak menutup kemungkinan terjadi penyelewengan.
Kendala sekolah dalam pengelolaan dana BOS, menurut dia, membuat laporan pertanggungjawaban. Sehingga perlu ada edukasi manakala ada kesulitan-kesulitan terkait dengan hukum dan dampaknya.
Berdasarkan beberapa pengaduan yang masuk Kejari Batam, I Ketut Kasna Dedi menyatakan, masih dapat diselesaikan melalui Inspektorat. Sehingga pada saat ditemukan ada selisih yang tidak begitu signifikan, sekolah disarankan oleh kejaksaan untuk mengembalikan.
Dia menambahkan, Kejari Batam menyediakan pelayanan hukum gratis bagi setiap masyarakat maupun kepala sekolah yang ingin berdiskusi terkait dengan hukum.
”Jadi di kejaksaan ada pelayanan hukum gratis yang setiap hari ada jaksa standby di sana membuka layanan umum konsultasi hukum tidak hanya kepada aparatur pemerintah tapi kepada masyarakat umum dan tidak dipungut biaya,” papar Kasna.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
