Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 Desember 2024 | 21.33 WIB

Banjir Sukabumi Mulai Surut, Petugas Gelar Pembersihan Fasilitas Musala sampai Rumah Warga

Petugas Baznas Tanggap Bencana (BTB) membersihkan bekas bencana banjir di Kabupaten Sukabumi pada (6/12). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos) - Image

Petugas Baznas Tanggap Bencana (BTB) membersihkan bekas bencana banjir di Kabupaten Sukabumi pada (6/12). (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Banjir besar yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi mulai surut. Namun sisa-sisa akibat luapan air masih tersisa. Sejumlah petugas dan relawan melalukan pembersihan lumpur sisa-sisa banjir. Seperti di fasilitas umum musala maupun rumah warga. 

Upaya pembersihan lumpur akibat banjir diantaranya dilakukan personel Baznas Tanggap Bencana (BTB). Mereka melakukan aksi resik di musala dan rumah tinggal warga yang terdampak bencana alam berupa banjir bandang dan tanah longsor di Sukabumi, Jawa Barat.

Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan menyampaikan, bencana tersebut menyebabkan kerusakan pada rumah, infrastruktur, serta mengancam kesehatan masyarakat akibat menumpuknya sampah akibat banjir dan longsor. "Tim BAZNAS dengan cepat merespons dan menuju lokasi banjir, meski akses yang sulit menuju titik lokasi bencana," katanya Jumat (6/12). 

Saidah mengatakan tim BTB terus bergerak membuka jalur transportasi. Agar segera dapat membantu masyarakat yang terdampak. Ia menyampaikan, Baznas menerjunkan personel BTB untuk membantu masyarakat. Khususnya yang terdampak bencana dari lumpur maupun material akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah Kampung Warung Nangka, Kecamatan Curug Luhur.

"Aksi resik dilakukan bertujuan untuk membersihkan lingkungan dari sisa-sisa lumpur dan sampah yang dibawa arus banjir," katanya. Serta meminimalisir risiko penyebaran penyakit yang dapat timbul akibat banjir dan longsor. Saidah mengatakan, mereka terus berupaya memberikan bantuan dan sedang menyiapkan berbagai layanan kemanusiaan lainnya. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban masyarakat yang terdampak. 

Sementara itu anggota BTB di lokasi bencana, Indra Azi menyampaikan, aksi resik bertujuan membersihkan material yang terbawa arus banjir dilakukan sejak Kamis, 5 Desember 2024, di sejumlah titik bencana banjir. "Saat ini, kami sedang melakukan aksi bersih-bersih material yang terbawa arus banjir dan longsor Kampung Warung Nangka, Kecamatan Curug Luhur," katanya. Mereka berharap aksi itu dapat memberikan manfaat dan bisa membantu masyarakat membersihkan lingkungan mereka. 

Sementara itu Wakil Presiden Gibran Rakabuming didampingi Pj. Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin dan Kepala BNPB Suharyanto, meninjau salah satu lokasi terdampak banjir di Kampung Cihonje, Desa Sukamaju, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, pada Jumat (06/12). Kampung ini ditimpa bencana pergerakan tanah pada Rabu dini hari (04/12), yang menyebabkan puluhan rumah rusak berat dan memaksa ratusan orang mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Dalam kunjungannya, Gibran memberikan arahan kepada seluruh pihak terkait agar memastikan pelaksanaan tanggap darurat berjalan cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran. Ia menekankan pentingnya penanganan prioritas terhadap para pengungsi, termasuk penyediaan kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat tinggal sementara. 

Selain itu, Gibran juga meminta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta instansi terkait lainnya untuk mempercepat pemetaan daerah rawan bencana dan mengevakuasi warga yang masih berada di zona bahaya. Gibran menginstruksikan agar infrastruktur yang terdampak, seperti akses jalan dan fasilitas umum lainnya, segera diperbaiki untuk memudahkan mobilitas warga dan bantuan. 

Kepada masyarakat, Gibran mengimbau agar terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa Wapres memerintahkan langsung pada dirinya untuk mengatasi bencana ini sampai tuntas. “Karena itu BNPB dengan pemerintah provinsi Jawa Barat, kabupaten/kota, TNI/Polri, dan semua relawan bertekad untuk menangani masyarakat terdampak sampai tuntas,” ujarnya. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore