Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 26 November 2024 | 00.57 WIB

BPBD Karo Catat 9 Orang Meninggal dan Satu Orang Hilang akibat Longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo evakuasi korban tanah longsor. (Antara) - Image

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo evakuasi korban tanah longsor. (Antara)

JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), menyatakan, bencana tanah longsor di Desa Semangat Gunung Kecamatan Merdeka, mengakibatkan sembilan orang meninggal dunia dan satu orang dinyatakan hilang.

”Sampai saat ini sudah sembilan yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan satu masih dilakukan pencarian,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo Panji Surianto seperti dilansir dari Antara, Senin (25/11).

BPBD bersama pemangku kebijakan terkait yang terlibat dalam proses evakuasi itu sebelumnya sudah menemukan empat korban jiwa akibat dari peristiwa naas yang terjadi pada Sabtu (23/24) malam.

”Ada empat yang sudah ditemukan. Hari ini kembali ditemukan lagi lima korban,” ujar Panji Surianto.

Hingga saat ini, Panji menjelaskan, proses pencarian korban masih terus dilakukan. Itu melibatkan berbagai pemangku kebijakan terkait dengan menggunakan alat berat di sejumlah lokasi.

Selain korban jiwa, dia menambahkan bencana tersebut juga mengakibatkan dua rumah, satu penginapan, dan satu rumah ibadah mengalami kerusakan. ”Akses jalan penghubung Desa Semangat Gunung Merdeka menuju Desa Doulu terputus total. Lahan pertanian dan perikanan di Desa Merdeka juga mengalami kerusakan, dan yang lain,” sebut Panji Surianto.

BPBD bersama pemangku kebijakan terkait sudah melakukan berbagi upaya pasca tanah longsor. Antara lain membersihkan material longsor dan melakukan pencarian korban yang dinyatakan hilang.

”Dua titik longsor sudah berhasil dibersihkan dan akses menuju lokasi diduga warga tertimbun longsor sudah dapat dijangkau,” terang Panji Surianto.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tapanuli Selatan menyebut banjir bandang yang melanda Desa Hurase, Kecamatan Batang Angkola, mengakibatkan 1.160 jiwa terdampak.

”Jumlah jiwa tersebut sekitar 300 KK,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Tapsel Mashuri.

Dia mengatakan, banjir bandang yang terjadi pada Jumat (22/24) diakibatkan curah hujan tinggi. Itu menyebabkan puluhan rumah dan lahan pertanian dan perkebunan mengalami kerusakan di desa tersebut.

”Sebanyak 42 rumah terdampak dan 1 hektare lahan pertanian dan 5 hektare lahan perkebunan juga rusak,” terang Mashuri.

Setelah banjir bandang, BPBD telah mendirikan dua tenda pengungsian di dua lokasi berbeda. Mashuri mengatakan peristiwa naas tersebut juga melanda tiga desa di dua kecamatan yang memiliki jumlah korban terdampak.

”Saat ini tengah melakukan berbagai upaya termasuk melakukan pendataan terhadap masyarakat yang terdampak akibat banjir bandang tersebut. Kedua tenda pengungsian yang didirikan berkapasitas 50 jiwa yang akan dilengkapi perlengkapan yang dibutuhkan. Sebagian warga mengungsi di pemukiman yang tidak terdampak. Kita masih mendata jumlah pengungsi,” papar Mashuri.

Peristiwa naas tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia serta 35 orang mengalami luka-luka. Mashuri mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar lokasi kejadian rawan longsor dan banjir agar meningkatkan kewaspadaan dini.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore