
Sejumlah masyarakat mendatangi lokasi munculnya buaya di kawasan Desa Palembang, Mempawah Timur, Senin (21/11).
JawaPos.com - Warga Desa Palembang, Mempawah Timur, dihebohkan naiknya buaya di daratan. Hingga Senin (21/11) sore, masyarakat yang penasaran masih mendatangi kawasan itu.
“Seminggu terakhir ini buaya itu naik ke darat, sebelumnya ia naik dalam parit yang dekat dengan pemukiman warga, namun tidak mengganggu,” tutur Gebes, seorang warga setempat sebagaimana dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (22/11).
Sayangnya, meski buaya sepanjang sekitar dua meter lebih itu tidak mengganggu, ada saja yang mengusilinya. “Memukul dan melempar batu ke arah buaya tersebut, namun sudah dimarahi. Akhirnya orang yang datang hanya melihat dan sekedar berfoto saja,” ucap Gebes.
Dari penampakannya, diduga predator sungai tersebut berjenis Buaya Muara. Rakyat Kalbar kemudian mendatangi salah seorang tokoh warga setempat, Idris M. Nuh.
Pria berusia 69 tahun ini mengungkapkan, bagi sebagian penduduk, ada yang percaya buaya yang naik ke darat tersebut punya kembaran seorang manusia yang telah meninggal dunia.
“Ada juga yang tidak percaya terhadap cerita tersebut, percaya dengan apa yang dilihat saja,” tuturnya.
Ia telah memperingatkan orang-orang yang datang untuk tidak melukai buaya ini. Sebab, Idris meyakini itu bukanlah buaya sembarangan. “Kalau hanya untuk melihat, silakan saja,” ucapnya.
Menurut dia, persis di sungai sekitar Makam Daeng Manambon di Desa Sebukit, Kecamatan Mempawah Hilir, juga terdapat tiga ekor buaya yang merupakan kembaran manusia. Cuma menampakkan diri pada hari-hari tertentu.
“Seperti buaya yang naik ini karena menjelang (ritual) robo-robo,” jelas Idris.
Bersama tetua-tetua lainnya, ia telah mendatangi buaya tersebut untuk menebar beras kuning serta membacakan doa agar tidak mengganggu masyarakat. Memang, kata Idris, tempat buaya kerajaan itu menampakkan diri kerap dilakukan ritual tolak bala atau buang-buang.
Ditambahkannya, buaya tersebut naik ke darat karena lapar. “Tahun lalu, persis di tanjung tempat kita lakukan tolak bala, buaya kuning itu pasti timbul. Baru kali ini ia naik ke darat,” pungkas Idris. (*/RK/fab/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
