Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 18 November 2024 | 16.41 WIB

Polres Sampang Lakukan Olah TKP Kasus Pengeroyokan Diduga Terkait Pilkada 2024

Ilustrasi pengeroyokan dan penganiayaan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com) - Image

Ilustrasi pengeroyokan dan penganiayaan. (Dimas Pradipta/JawaPos.com)

JawaPos.com–Aparat kepolisian Polres Sampang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pengeroyokan sekelompok orang bersenjata celurit. Insiden berdarah di Desa Ketapang Laok itu menyebabkan seorang warga meninggal dunia.

”Saya dan beberapa personel saat ini masih olah TKP di lokasi kejadian, mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan kepada sejumlah pihak,” kata Kasatreskrim Polres Sampang Safril Selfianto seperti dilansir dari Antara.

Warga yang menjadi korban pengeroyokan Jimmy Sugito Putra, warga Desa Ketapang Laok, Kecamatan Katapang, Kabupaten Sampang. Korban merupakan saksi dari pasangan Calon Bupati Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh), seperti yang disampaikan Ketua Tim Pemenangan Pasangan Calon Jimat Sakteh Surya Noviantoro, Minggu (17/11) malam.

”Karena itu kami menyampaikan ungkapan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya terhadap keluarga korban dan meminta agar polisi mengusut tuntas kasus ini,” kata Surya Noviantoro.

Novi menduga, kasus pengeroyokan sekelompok orang terhadap korban itu, karena motif politik. Sebab, insiden berdarah itu terjadi setelah Calon Bupati Slamet Junaidi berkunjung ke salah satu tokoh agama di Ketapang dan sempat diadang massa bersenjata celurit, tapi berhasil lolos melalui jalan lain.

Selanjutnya, para penghadang masuk ke area lokasi yang dikunjungi Slamet Junaidi. Sejumlah orang itu sempat cekcok mulut, hingga akhirnya terjadi penganiayaan. Korban pembacokan ini merupakan warga asal Kabupaten Pamekasan dan berkeluarga ke Desa Katapang Laok, Kecamatan Katapang, Sampang.

Pada Pilkada 2024, korban mendukung pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Sampang nomor urut 2, yakni Jimat Sakteh dan ditunjuk sebagai saksi.

Namun Kasatreskrim Polres Sampang belum menyatakan motif insiden itu. Pihaknya masih menyelidiki fakta yang sebenarnya terjadi.

”Jika semua data telah kami kumpulkan, termasuk keterangan dari berbagai pihak, insya Allah besok akan kami rilis motif dari kejadian ini,” jelas Kasatreskrim Polres Sampang AKP Safril Selfianto.

Menurut Humas RSUD Ketapang Alfian Akbar, korban sempat dirujuk ke rumah sakit itu dan tiba sekitar pukul 16.10 WIB dengan kondisi pendarahan aktif. Korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam di bagian muka, punggung, dan tangan. Namun, pada pukul 17.15 WIB korban meninggal dunia.

”Setelah itu, korban langsung dipulangkan ke rumah duka,” terang Alfian Akbar.

Sementara itu, untuk mengantisipasi terjadinya carok massal susulan, Polres Sampang kini mulai memperketat pengamanan di berbagai titik di Desa Ketapang, gabungan dari unsur TNI dan polisi.

”Kami juga terus melakukan pendekatan kepada para pihak berpengaruh di Ketapang, baik dari kalangan tokoh agama, maupun tokoh ulama untuk mendinginkan suasana,” ungkap Kasatreskrim Polres Sampang AKP Safril Selfianto.

Sementara itu, Pilkada 2024 di Kabupaten Sampang akan digelar di 1.344 TPS yang tersebar di 180 desa dan enam kelurahan pada 14 kecamatan dengan jumlah pemilih sebanyak 737.832 orang, terdiri atas 369.301 pemilih laki-laki dan 378.248 perempuan.

Ada dua pasangan calon yang berkontestasi, yakni KH Muhammad Bin Muafi Zaini-Abdullah Hidayat (Mandat) dengan nomor urut 1. Mereka diusung delapan partai politik, yakni Partai Golkar, PPP, PAN, PDIP, Demokrat, PBB, PSI, dan Partai Hanura.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore