
TKP pencurian di kawasan Jalan Lambung Mngkurat Kelurahan Pelita, Samarinda ilir.
JawaPos.com - Salah seorang pekerja teh dua daun di kawasan Jalan Lambung Mngkurat Kelurahan Pelita, Samarinda ilir, Nanda (19), hanya bisa pasrah. Itu setelah dia kehilangan uang dan handpone yang ada di dalam laci dagangannya.
Kejadian pada minggu malam (20/11) sekitar pukul 18.30 Wita itu berawal saat Nanda kedatangan pembeli dikala kumandang adzan maghrib. Dengan mengenakan sepeda motor, pembeli yang tidak dikenalinya tersebut langsung menuju rombong dagangannya. Selanjutnya pria tersebut memesan 10 teh gelas.
Mendengar pesanan yang cukup banyak, Nanda pun bergegas mempersiapkan pesanan. Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu rupanya turut membantu proses pengerjaan teh yang dia pesan dengan memasukkan es batu ke dalam gelas.
“Alasannya buru-buru karena ada acara, makanya orang itu ikut bantu masukkan es ke dalam gelas,” ucap Nanda kepada Sapos.
Saat 10 pesanan gelas teh tersebut selesai. Pelaku lantas membayar pesanannya kepada Nanda. Entah dirasa kurang, tiba-tiba saja pelaku memesan kembali teh sebanyak 10 gelas kepadanya.
“Alasannya kurang kalau Cuma 10, makanya minta dibuatkan lagi,” tambah Nanda.
Saat menerima pesanan 10 gelas lagi, Nanda melihat es batu yang ada di dalam termos miliknya rupanya sudah habis. “Saya memintanya untuk membeli teh ditempat lain. Karena es batu saya juga sudah habis,” katanya.
Jawaban tersebut tidak serta merta membuat sang pelaku beranjak dari rombong Nanda, namun justru memaksa Nanda untuk membeli es batu, sembari dia menunggu.
“Saya seperti dipaksa membeli es batu lagi saat itu. Dengan alasan tidak sempat lagi kalau masih harus mencari teh di tempat lain,” ungkap Nanda.
Akhirnya permintaan tersbut di setujui nanda pun bergesa membeli es batu, dengan tidak lupa mengunci laci kasir miliknya.
Rupanya pelaku sengaja menambah permintaan teh dan memintanya membeli es batu hanya untuk mengelabui. Karena di saat Nanda beranjak pergi membeli es batu, pelaku menjalankan aksi jahatnya.
Setelah dirasa aman dan tidak ada yang memperhatikan. Dengan mudah pelaku menarik paksa laci yang terkunci tersebut.
Dan Braaak.. Laci pun terbuka. Sejumlah uang dan Hanphone langsung dibawa kabur. Mengetahui laci terbongkar dan seluruh isi di dalam laci hilang. Nanda hanya terduduk lemas saat itu.
“Uangnya hasil jualan sekitar Rp 100 ribu dan uang pribadi saya Rp 400 ribu, serta Hanphone saya juga diambilnya,” sedih Nanda.
Atas kejadian pencurian tersbut. Kini Nanda hanya bisa pasrah dan tidak melaporkannya ke polisi. “Ya sudah lah, mungkin bukan rejeki saya. Mudah-mudahan dapat yang lebih baik,” tutup Nanda. (kis/fab/JPG)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
