Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Oktober 2024 | 22.57 WIB

BPS Jatim Catat Cabai Rawit hingga BBM Dorong Deflasi September 0,12 Persen

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Zulkipli. (Astrid Faidlatul Habibah/Antara) - Image

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Zulkipli. (Astrid Faidlatul Habibah/Antara)

JawaPos.com–Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat deflasi sebesar 0,12 persen (month-to-month/mtm) pada September 2024. Itu dipengaruhi turunnya beberapa harga komoditas yaitu cabai rawit, cabai merah, hingga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi.

”Beberapa wilayah di Jawa Timur yang merupakan sentra cabai rawit dan cabai merah sedang berada di masa panen,” kata Kepala BPS Jawa Timur Zulkipli seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Selasa (1/10).

Zulkipli menjelaskan, beberapa wilayah di Jawa Timur yang merupakan sentra cabai rawit dan cabai merah saat itu sedang berada di masa panen. Sehingga, stok atau suplai dari kedua komoditas ini sangat melimpah di pasar.

Dia menuturkan, stok yang melimpah pada komoditas cabai rawit dan cabai merah akibat dalam masa panen tersebut pada akhirnya mendorong penurunan harga yang cukup signifikan pada September.

Selain itu, lanjut dia, PT Pertamina juga menurunkan harga BBM non subsidi yang berlaku awal September. Itu setelah sempat dua kali mengalami kenaikan harga sehingga mendorong deflasi.

Dia mengatakan, dengan terjadinya deflasi pada September, inflasi tahun kalender September 2024 terhadap Desember 2023 sebesar 0,65 persen (year-to-date/ytd) dan inflasi tahun ke tahun (yoy) September 2024 terhadap September 2023 sebesar 1,73 persen.

”Ini adalah deflasi kelima selama 2024,” ujar Zulkipli.

Dari 11 kabupaten/kota keseluruhannya mengalami deflasi dengan terdalam terjadi di Kabupaten Gresik dan Kabupaten Bojonegoro. Yakni masing-masing 0,16 persen (mtm) sedangkan lainnya yaitu Kota Madiun 0,14 persen, Kota Malang 0,14 persen, dan Banyuwangi 0,12 persen.

Kemudian deflasi di Surabaya 0,11 persen, Kediri 0,1 persen, Jember 0,1 persen, Sumenep 0,08 persen, Tulungagung 0,06 persen, dan Probolinggo 0,01 persen.

”Apabila sisa waktu bulan tersisa tidak begitu berbeda dengan kondisi maka diperkirakan inflasi tahunan kita mencapai 1,73 persen,” tutur Zulkipli.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore