
Baca Juga: Cipayung Plus Jatim Dirikan Posko Aduan Pilkada 2024
JawaPos.com–Pondok Pesantren (Ponpes) Alghoffaar, yang berlokasi di Desa Cikaso, Kabupaten Kuningan, terus berkomitmen dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama. Mereka juga mampu menjadi penggerak pembangunan di tengah masyarakat.
Pesantren yang dirintis dan didirikan KH Hasan Mughni sejak 1950 itu, kini dihuni sekitar 450 santri dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan termasuk santri dari Malaysia.
Ponpes Alghoffaar gelar acara kuliah umum bertema Manaqib KH Hasan Mughni: Mengkaji Gaya dan Strategi Dakwah Muassis (Pendiri) Pesantren Alghoffaar Cikaso pada Kamis (26/9). Acara yang bertujuan mengenang pendiri Ponpes Al Ghoffaar itu menghadirkan M. Nida Fadlan, cucu dari KH Hasan Mughni, yang saat ini tengah menempuh pendidikan program doktoral di Jerman, sebagai narasumber utama.
Dalam kuliah umum, M. Nida Fadlan menggambarkan sosok KH Hasan Mughni sebagai seorang kiai kampung yang moderat, kreatif, berwawasan luas, dan sangat peduli terhadap masyarakat.
”KH. Hasan Mughni adalah figur ulama dengan karya 1.000 bait puisi Sunda yang sarat dengan pesan moral agama. Beliau tidak hanya berdakwah, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat di sekitarnya,” ujar Nida, Sabtu (28/9).
Nida juga menekankan bahwa KH Hasan Mughni adalah sosok ulama yang memiliki cara kreatif dalam mengajarkan pesan-pesan agama. Gaya dakwah yang sederhana namun kreatif tersebut terbukti efektif dalam upaya dakwah yang dilakukannya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Alghoffaar KH Dudu Abdussomad menegaskan bahwa pesantren Al Ghoffaar akan terus menjaga nilai-nilai dan metode dakwah yang diwariskan KH Hasan Mughni. Menurut dia, figur KH. Hasan Mughni yang berwawasan luas dan moderat harus menjadi teladan dan inspirasi bagi santri agar terus belajar tidak hanya untuk menguasai ilmu agama, tetapi juga harus memiliki wawasan luas dalam berbagai bidang keilmuan lain.
”Hari ini problem di masyarakat sudah semakin kompleks. Nah, pada saatnya nanti santri terjun ke masyarakat, mereka harus siap untuk tampil berperan sebagai problem solver memberikan solusi bagi masalah yang dihadapi umat,” ujar KH Dudu Abdussomad.
Lebih lanjut, dia menyampaikan harapannya agar para santri Alghoffaar dapat menjadi agen perubahan yang aktif dalam memajukan pembangunan masyarakat. Sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang religius dan peduli terhadap pemberdayaan masyarakat.
Dengan visi tersebut, Ponpes Alghoffaar terus berupaya mencetak generasi santri yang memiliki peran strategis dalam membangun kesejahteraan masyarakat.
”Saya berharap santri Al Ghoffaar kelak dapat berkontribusi nyata dalam membangun kehidupan masyarakat di lingkungannya, baik dalam bidang keagamaan, sosial, maupun ekonomi, sebagaimana teladan yang telah dicontohkan oleh pendiri Ponpes Al Ghoffaar, KH Hasan Mughni,” jelas KH Dudu Abdussomad.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mantan Kiper Persebaya Surabaya Buka Suara! Dimas Galih Ungkap Kondisi Ruang Ganti PSBS Biak
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
