Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 4 September 2024 | 20.36 WIB

Ibu Almarhumah Mahasiswi PPDS Undip Melapor ke Polda Jateng

Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombespol Artanto (I.C. Senjaya/Antara) - Image

Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombespol Artanto (I.C. Senjaya/Antara)

JawaPos.com–Ibu almarhumah AR, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anastesi Undip Semarang yang diduga meninggal dunia akibat bunuh diri melapor ke Polda Jawa Tengah.

Kabidhumas Polda Jawa Tengah Kombespol Artanto membenarkan pelaporan yang dilakukan di SPKT Polda Jawa Tengah itu.

”Ibu didampingi kuasa hukum serta petugas dari Itjen Kementerian Kesehatan,” kata Artanto seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, laporan ke polisi tersebut berkaitan dengan permasalahan yang diduga dialami almarhumah AR. Namun, dia belum bisa memastikan dugaan pidana yang dilaporkan ke polisi tersebut serta terlapornya.

”Masih berproses, selanjutnya akan dianalisis,” ujar Artanto.

Dia menjelaskan, Kementerian Kesehatan sebelumnya telah menyampaikan hasil investigasi terkait dugaan perundungan yang terjadi PPDS Undip Semarang yang berada di RS Kariadi Semarang.

Artanto mengatakan hasil investigasi dari Kemenkes tersebut merupakan bukti petunjuk untuk mendalami perkara tersebut. ”Sebagai petunjuk, namun harus ada laporan polisi yang disampaikan,” terang Artanto.

Dia menambahkan, hasil investigasi Kemenkes tersebut sebagai dasar untuk melakukan pendalaman perkara.

Sebelumnya, seorang mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis Fakultas Kedokteran Undip Semarang meninggal dunia diduga bunuh diri di tempat kos di Jalan Lempongsari, Kota Semarang, Jawa Tengah. Kematian korban berinisial AR yang ditemukan pada Senin (12/8) tersebut diduga berkaitan dengan perundungan di tempatnya menempuh pendidikan.

Sementara itu, Rektor Universitas Diponegoro Semarang Prof Suharnomo mengajak seluruh pihak menjadikan peristiwa meninggalnya mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Undip Dokter Aulia Risma Lestari sebagai momentum evaluasi bersama.

”Dengan segala hormat, tanpa bermaksud mendahului semua proses pemeriksaan yang dilakukan kepolisian dan kementerian, kami berharap peristiwa ini menjadi momentum evaluasi bersama,” kata Suharnomo di Semarang.

Menurut dia, momentum evaluasi bersama yang dimaksudkannya tidak hanya terkait penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis, namun juga untuk semua pemangku kepentingan.

”Tidak bijaksana kalau peristiwa ini menjadi wacana dan polemik serta perdebatan semata. Jangan pula menjadi bahan untuk menyalahkan satu dan lainnya,” ucap Suharnomo.

”Kita juga punya kewajiban moral menjaga rasa hati keluarga almarhumah Dokter Aulia yang pasti akan lebih suka jika apa yang mereka alami menjadi sesuatu yang dikenang karena membawa kebaikan dalam kehidupan bersama,” ucap Suharnomo.

Undip mengajak semua pihak mengakhiri perdebatan yang tidak produktif, melakukan evaluasi, dan kembali menatap ke depan melakukan hal-hal yang menjadi tugas dan kewajiban masing-masing. ”Ajakan ini bukan untuk kepentingan Undip. Kampus ini lahir untuk mengabdi kepada bangsa, negara dan umat manusia melalui bidang pendidikan. Undip ini statusnya badan hukum milik negara, namun keberadaannya didedikasikan untuk masyarakat,” papar Suharnomo.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore