Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Agustus 2024 | 00.15 WIB

Gerindra Pastikan Kaesang Tak Maju Pilkada Solo usai Mundurnya Bhre

Gusti Bhre bertemu dengan para relawan di Solo, beberapa waktu lalu. (Aris Wasita/Antara) - Image

Gusti Bhre bertemu dengan para relawan di Solo, beberapa waktu lalu. (Aris Wasita/Antara)

JawaPos.com–Partai Gerindra memastikan Kaesang Pangarep tidak maju di pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Solo 2024 usai keputusan mundurnya Gusti Bhre dari kontestasi politik tersebut.

Nggak, kalau Mas Kaesang tetap beliau kemarin maju jadi gubernur, kalau ternyata ada perlawanan dan ada tidak persetujuan ya beliau tidak mau maju ke Solo,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Surakarta Ardianto Kuswinarno seperti dilansir dari Antara di Solo, Rabu (28/8).

Dia mengatakan, Kota Solo terlalu kecil untuk Kaesang. ”Kan hanya lima kecamatan. Awalnya gubernur terus wali kota kan terlalu kecil,” ujar Ardianto Kuswinarno.

Sementara itu, mengenai mundurnya Bhre dari pencalonan Pilkada Surakarta sudah didengar sendiri dari Gusti Bhre. ”Saya memastikan walaupun ada berita seperti itu, apa salahnya saya memastikan. Sudah dipastikan bahwa memang betul beliau mundur. Itu yang saya dapat info langsung dari beliau sendiri,” tutur Ardianto Kuswinarno.

Mengenai alasan mundurnya Gusti Bhre, lanjut dia, karena beberapa pertimbangan. ”Yang jelas dia menggambarkan, saya belum bisa mengatur yang kecil, artinya keluarga, apalagi yang besar. Saya sadar diri itu penuh perhitungan. Ibu kukuh tidak menyetujui, saya tidak akan melawan ibu saya,” terang Ardianto Kuswinarno.

Meski demikian, menurut dia, Gusti Bhre tidak akan lepas begitu saja keterlibatannya pada Pilkada Surakarta. ”Dia mendampingi, tetap bergerak untuk pemenangan penggantinya beliau sekaligus memenangkan KIM Plus dalam pilkada tahun ini,” ucap Ardianto Kuswinarno.

Usai mundurnya Bhre, saat ini KIM Plus mengusung pasangan Respati Ardi-Astrid Widayani sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surakarta.

Sebelumnya, Koalisi Indonesia Maju (KIM) Surakarta menyebut KGPAA Mangkunegara X atau Gusti Bhre mundur dari pencalonan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Surakarta 2024. ”Informasi ini memang cukup akrobatik, secepat itu. Kemarin kumpul partai mengumumkan bahwa Gusti Bhre mundur,” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Surakarta Taufiqurahman, Rabu (28/8).

Disinggung alasan mundurnya Bhre dari pencalonan, dia mengatakan pihaknya tidak mengetahuinya secara pasti. Dia memperkirakan pertimbangannya dari sisi keluarga.

”Alasan pribadi, keluarga. Lebih tepatnya langsung tanya Gusti Bhre saja,” kata Taufiqurahman.

Mundurnya Gusti Bhre membuat partai-partai politik yang bergabung dalam koalisi besar tersebut harus mengganti strategi pasangan calon. Menurut Taufiqurahman, usai melakukan perbincangan akhirnya partai sepakat menunjuk Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Respati Ardi sebagai pengganti Bhre.

”Tidak sampai sehari, tadi malam langsung ada keputusan bahwa Ardi yang menduduki cawali. Semua rekomendasi dari enam partai sudah turun semua. Koalisi tetap jalan dengan figur Mas Respati dan Mbak Astrid,” papar Taufiqurahman.

Enam partai politik yang memiliki kursi legislatif tersebut yakni Gerindra, Golkar, PSI, PAN, PKS, dan PKB.

Sementara itu, mengenai munculnya nama Respati bukan suatu kebetulan. Respati pernah menjadi politikus di Partai Gerindra dan Golkar.

”Figur ini mau tidak mau disepakati karena kami ingin enam partai ini langgeng,” kata Taufiqurahman.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore