
Menteri Sosial Tri Rismaharini (kanan) menyerahkan bantuan kepada warga Suku Anak Dalam, Jambi. (Zalzilatul Hikmia/Jawa Pos)
JawaPos.com – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini tengah menggenjot pendataan Suku Anak Dalam Jambi. Dia menjamin bahwa pencatatan itu bisa rampung sebelum pergantian pemerintahan pada Oktober 2024.
Risma mengungkapkan, pendataan ini sangat penting bagi Suku Anak Dalam. Khususnya, terkait dengan bantuan sosial (bansos) yang akan disalurkan pada mereka setiap bulannya nanti.
Dalam kunjungannya ke Jambi, Risma mendatangi kelompok Suku Anak Dalam yang tengah melangun di hutan di wilayah Kabupaten Batanghari.
Setidaknya, lebih dari 54 Kepala Keluarga (KK) atau 140 jiwa masyarakat Suku Anak Dalam yang tinggal sementara di sana. Mereka tersebar di kawasan hutan Desa Hajran, Jelutih dan Ulak Besar dalam wilayah administrasi Kecamatan Bathin.
”Perekaman diri untuk kartu keluarga, KTP, ini cepat kok. Sudah mulai diselesaikan, bulan depan klir,” ujar Risma, dikutip Senin (26/8).
Dia meminta pihak desa dan kecamatan untuk proaktif dengan menjemput semua kepala keluarga dan remaja pria dari Suku Anak Dalam untuk perekaman data di kecamatan.
Risma tak memaksakan para perempuan untuk turut serta. Mengingat, ada aturan adat yang tidak memperbolehkan ibu-ibu dan remaja putri Suku Anak Dalam untuk difoto.
Nantinya, Kemensos juga akan menyediakan mobil minibus untuk menjemput masyarakat Suku Anak Dalam ke Kecamatan. Proses perekaman harus dilakukan segera sebelum mereka kembali berpindah usai ritual melangun yang tengah dijalani.
Melangun adalah budaya Suku Anak Dalam untuk berpindah ke suatu tempat untuk menenangkan diri setelah ada anggota keluarga yang meninggal.
Risma memastikan, setelah proses perekaman KK dan KTP selesai, maka Suku Anak Dalam akan otomatis masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kemensos. Setelah itu, mereka bisa rutin mendapat bansos baik berupa kebutuhan pokok maupun uang tunai.
”Tapi nggak boleh gunakan buat (beli) rokok lho, Pak,” ucapnya.
Untuk mempermudah penyaluran bansos, Risma berencana membangun kawasan tempat tinggal untuk mereka. Bukan hanya rumah, tapi juga disertai lahan untuk mereka bisa bercocok tanam.
Kawasan ini rencananya akan dibangun di beberapa titik. Sehingga tidak akan mengganggu ritual melangun yang mereka jalani.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
