Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 Juni 2026 | 17.24 WIB

Antisipasi Over Kapasitas, Ditjenpas Pindahkan 990 Warga Binaan Lapas Jambi dan 1.553 Terpidana Bagansiapiapi Ke Lapas Baru

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melakukan relokasi besar-besaran terhadap warga binaan dari Lapas Kelas IIA Jambi dan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi ke fasilitas pemasyarakatan baru. - Image

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melakukan relokasi besar-besaran terhadap warga binaan dari Lapas Kelas IIA Jambi dan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi ke fasilitas pemasyarakatan baru.

JawaPos.com - Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melakukan relokasi besar-besaran terhadap warga binaan dari Lapas Kelas IIA Jambi dan Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi ke fasilitas pemasyarakatan yang baru. Langkah ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus memperkuat aspek keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas.

Pemindahan tersebut melibatkan sebanyak 990 warga binaan dari Lapas Bagansiapiapi serta 1.553 warga binaan dari Lapas Jambi. Proses relokasi dipimpin langsung oleh Direktur Kepatuhan Internal Ditjenpas, Tatan Dirsan Atmaja, bersama tim, didampingi Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jambi dan Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau.

Juru Bicara Ditjenpas Kemenimipas, Rika Aprianti, mengatakan relokasi dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah dalam memperbaiki kualitas layanan pemasyarakatan di Indonesia. 

“Pemindahan warga binaan ini dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas pembinaan dan keamanan di lingkungan pemasyarakatan,” kata Rika Aprianti kepada wartawan, Minggu (7/6).

Lapas Bagansiapiapi yang baru kini berlokasi di daerah Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir. Fasilitas baru tersebut memiliki kapasitas hunian mencapai 1.500 orang, jauh lebih besar dibanding kapasitas lapas sebelumnya yang hanya mampu menampung 98 orang warga binaan.

Kondisi over kapasitas di Lapas Bagansiapiapi sebelumnya dinilai sudah sangat memprihatinkan. Tingkat hunian bahkan disebut mencapai sekitar 1.000 persen, sehingga membutuhkan penanganan serius demi menjaga keamanan serta kelancaran program pembinaan bagi warga binaan.

Rika menegaskan, proses relokasi warga binaan dari Lapas Bagansiapiapi berjalan lancar tanpa gangguan berarti. 

“Proses relokasi massal sebanyak 990 WBP Lapas Kelas IIA Bagansiapiapi dari lapas lama ke lapas baru telah terlaksana dengan aman, dan zero insiden berkat sinergitas yang solid antara Tim Ditpamintel, Kanwil Riau, Lapas Bagansiapiapi, serta jajaran TNI-Polri,” ujar Rika.

Sementara itu, Lapas Jambi yang baru berlokasi di daerah Sangeti, Kabupaten Muaro. Lapas tersebut memiliki kapasitas hunian sebanyak 952 orang, meningkat signifikan dibanding lapas lama yang hanya berkapasitas 417 orang.

Selain mengalami keterbatasan kapasitas, Lapas Jambi lama juga dinilai rawan terdampak banjir. Kondisi tersebut kerap mengganggu pelaksanaan pembinaan, perawatan warga binaan, hingga berpotensi mempengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore