
Anggota KPAI Diyah Puspitarini. (Moch Mardiansyah Al Afghani/Antara)
JawaPos.com–Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak aparat penegak hukum (APH) mengusut tuntas dua kasus tindak pidana di Sumatera Utara yang diduga pelakunya melibatkan oknum TNI.
”Kami melihat selama ini prosesnya sangat lambat. Mulai dari penyelidikan, kemudian pemanggilan saksi, sampai dengan penetapan status tersangka belum dilakukan di kedua kasus,” kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini seperti dilansir dari Antara di Kantor KPAI Jakarta.
Untuk mendorong proses hukum kasus itu, lanjut dia, KPAI berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Komnas HAM, serta dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).
”Dalam kasus ini memang pelakunya aparat penegak hukum dan yang salah satunya oknum. Padahal kalau kasus anak meninggal, di dalam UU Perlindungan Anak, prosesnya harus diselesaikan dengan cepat,” ujar Diyah Puspitarini.
Kasus pertama, seorang pelajar SMP berinisial MHS, 15, tewas karena diduga dianiaya oknum TNI pada Jumat (24/5). Peristiwa berawal dari tawuran di bantaran rel kereta di Jalan Benteng Hulu, Tembung, Kota Medan. Saat itu, MHS mau mengambil uang di sebuah mini swalayan untuk membeli makan. Lalu dia melihat aksi tawuran yang tengah ditertibkan aparat.
Saat penertiban, petugas mengejar pelaku tawuran ke arah MHS. Malang, petugas akhirnya malah menangkap MHS dan diduga melakukan kekerasan terhadap korban.
Kasus kedua adalah terkait wartawan Tribrata TV Rico Sempurna Pasaribu dan keluarganya yang tewas setelah rumah mereka terbakar pada 27 Juni. Dalam kasus Rico, dua korban di antaranya adalah anak-anak berusia 12 dan 2 tahun.
Polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu, yaitu Bebas Ginting alias Bulang, Yunus Syahputra Tarigan alias Selawang, dan Rudi Apri Sembiring alias RAS. Polisi menyebut ketiga tersangka adalah inisiator dan eksekutor.
Kebakaran rumah yang menewaskan korban dan keluarganya ditengarai terkait dengan pemberitaan kasus perjudian yang melibatkan oknum TNI yang pernah dibuat Rico.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
