
Sekretaris Daerah Bali Dewa Made Indra. (Ni Putu Putri Muliantari/Antara)
JawaPos.com–Sekretaris Daerah (Sekda) Bali Dewa Made Indra mengatakan, sudah mulai melakukan rapat persiapan menjelang dimulainya pembangunan kereta bawah tanah Bali Subway.
”Ya sudah diadakan rapat persiapan untuk peletakan batu pertama pembangunan LRT, nanti setelah pasti tanggalnya akan dilaksanakan,” kata Dewa Made Indra seperti dilansir dari Antara di Denpasar.
Sekda Dewa Indra mengatakan, menyesuaikan dengan rencana awal, pembangunan kereta bawah tanah akan dimulai September. Namun masih belum ada tanggal pasti.
Menurut dia, untuk dilaksanakan pada Agustus sangat tidak memungkinkan. Sebab, masih berlangsung rangkaian acara kemerdekaan serta HUT Provinsi Bali.
Pada awal September, akan berlangsung beberapa pertemuan internasional yang rencananya juga dihadiri Presiden Jokowi. Sehingga, jadwal peletakan batu pertama di Kuta, Kabupaten Badung, harus menyesuaikan agenda pertemuan.
”Kalau tidak ada halangan mungkin September ini tapi tanggalnya belum ya masih memerlukan pematangan-pematangan, agenda-agenda kita harus disesuaikan karena agenda internasional dan Pak Pj Gubernur atau presiden kan hadir,” ujar Dewa Made Indra.
Rapat persiapan dari sisi Pemprov Bali sudah dilakukan bersama Kantor ATR/BPN Provinsi Bali, Pemkab Badung, PT Jamkrida Bali Mandara, PT Bali Kerti Development Fund Ventura (BDF), dan PT Sarana Bali Dwipa Jaya (SBDJ). Tim teknis diminta memastikan kelancaran proyek sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan menyusun daftar periksa dokumen penting guna memberikan kepastian hukum.
Disinggung soal kabar pembangunan jalan bawah tanah di luar pengembangan kereta, Sekda Dewa Indra mengatakan segala kajian demi mengatasi kemacetan Bali terus dilakukan.
”Titik-titik kemacetan di Denpasar-Badung sudah kita ketahui, ada beberapa solusi yang bisa kita lakukan mengatasi kemacetan lalin, bisa dengan rekayasa lalu lintas, membuat jalan layang, bisa jalan bawah tanah itu semua sedang dipelajari bagian mana paling mendesak lalu dengan metode apa mengatasinya,” terang Dewa Made Indra.
Terkait pendanaan, dia menjelaskan, dapat dilakukan secara bergotong royong. Yang terpenting menurut Dewa Made Indra pembangunan yang dilakukan dapat menyelesaikan masalah kemacetan.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
